Akhir Dari Pencarian Setelah Hilang, Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Ditemukan Meninggal Dunia
HAIJAKARTA.ID – Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali ditemukan meninggal setelah relawan melakukan pencarian mandiri selama beberapa hari di kawasan lereng puncak Gunung Slamet, Jawa Tengah.
Korban yang sempat dinyatakan hilang sejak akhir Desember 2025 itu ditemukan pada Rabu (14/1/2026) di jalur yang dikenal rawan pendaki tersesat.
Informasi penemuan pendaki asal Magelang tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Basecamp Bambangan Purbalingga, @slametviabambangan.
Syafiq Ali ditemukan di lereng puncak sebelah selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, dalam kondisi meninggal dunia. Hingga kini, proses evakuasi masih dilakukan oleh tim relawan.
“Alhamdulillah, survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan. Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden. Saat ini masih dalam proses evakuasi,” tulis akun tersebut.
Pencarian Dilanjutkan Relawan Meski Operasi SAR Resmi Ditutup
Sebelumnya, Syafiq Ali dilaporkan hilang pada Senin (29/12/2025) setelah melakukan pendakian bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, melalui basecamp Dipajaya Pemalang pada Sabtu (27/12/2025) malam.
Dalam proses pencarian awal, tim SAR berhasil menemukan Haidar di Pos 9 pada Senin (29/12/2025).
Operasi SAR resmi kemudian dihentikan pada Rabu (7/1/2026) setelah pencarian selama sepekan belum menemukan tanda keberadaan Syafiq.
Meski demikian, relawan dari sejumlah basecamp tetap melanjutkan pencarian secara mandiri melalui jalur Bambangan Purbalingga dan Baturraden Banyumas.
Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri, mengatakan keputusan tersebut diambil atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab moral sebagai pengelola jalur pendakian.
“Tiga hari kemarin, kami kembali menelusuri area sesuai pemetaan dari Basarnas, bahkan kami maksimalkan lagi. Tapi, sampai hari Minggu (11/1/2026) kemarin, belum ada tanda-tanda,” ujar Syaiful, Senin (12/1/2026).
Perluasan Area Pencarian Jadi Kunci Penemuan Korban
Syaiful menjelaskan, pencarian mandiri telah dilakukan sejak 9 Januari 2026 dengan menerjunkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) ke sejumlah titik koordinat yang sebelumnya telah dipetakan Basarnas.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya dilakukan perluasan area.
“Semalam, kami sudah koordinasi dengan Basecamp Bambangan. Dari situ, kami sepakat memperluas pencarian ke jalur Baturraden. Karena secara histori, seringkali pendaki itu nyasar ke jalur ini,” jelasnya.
Dalam operasi pencarian ini, sebanyak 57 personel diterjunkan, terdiri dari kolaborasi relawan Basecamp Bambangan dan Basecamp Baturraden.
Penyisiran dilakukan sejak pagi hari dengan batas maksimal hingga pukul 15.00 WIB, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di sore hari di kawasan Gunung Slamet.
