AMPB Klarifikasi dan Minta Maaf kepada Ojol Jakarta Usai Dituding Tak Berterima Kasih!
HAIJAKARTA.ID- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada para pengemudi ojek online (ojol) dan masyarakat Jabodetabek setelah muncul kekecewaan terkait kepulangan rombongan massa Pati dari Jakarta.
Sebelumnya, sejumlah relawan ojol mengaku kecewa karena massa AMPB disebut meninggalkan kawasan Gedung DPR RI setelah melakukan audiensi dengan pimpinan DPR tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan para pengemudi ojol yang selama aksi ikut membantu mengawal rombongan.
Kekecewaan tersebut kemudian berkembang di media sosial dan memunculkan anggapan bahwa AMPB tidak menghargai dukungan para ojol selama berada di Jakarta.
AMPB Tegaskan Sudah Berterima Kasih kepada Ojol
Menanggapi polemik tersebut, Paijan Jawi alias Sutikno, yang disebut sebagai anggota aktif AMPB, memberikan klarifikasi melalui video yang beredar.
Paijan menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah berulang kali menyampaikan apresiasi kepada para pengemudi ojol yang membantu rombongan AMPB selama berada di Jakarta.
Menurutnya, para pengemudi ojol tidak hanya membantu mengawal perjalanan massa, tetapi juga ikut membuka akses jalan dan memberikan perlindungan selama rombongan menjalankan agenda aksi.
“Setiap perjalanan kita mengucapkan terima kasih Bang Ojol telah melindungi Mas Botok, mengawal dan membukakan jalan,” ujar Paijan.
Ia juga meminta agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antara warga Pati yang tergabung dalam AMPB dengan komunitas ojol di Jakarta dan sekitarnya.
“Kalian saudara kami, mohon maaf, terima kasih. Kalau ada kekeliruan, warga Pati, kami minta maaf,” katanya.
Botok Sampaikan Permintaan Maaf
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, juga menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan di akun Facebook miliknya.
Botok menyampaikan terima kasih kepada para pengemudi ojol, masyarakat Jabodetabek, serta masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan terhadap aksi AMPB di depan Gedung DPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026.
“Terima kasih kawan-kawan ojol, masyarakat Jabodetabek dan seluruh rakyat Indonesia atas dukungan dalam aksi damai 27 Agustus di depan DPR RI,” tulis Botok.
Botok menjelaskan bahwa keputusan menarik mundur massa AMPB dari kawasan Gedung DPR RI dilakukan karena situasi di sekitar lokasi aksi dinilai sudah tidak kondusif.
Ia menegaskan, sejak awal kedatangan AMPB ke Jakarta bukan untuk membuat kerusuhan. Massa Pati disebut datang untuk menyampaikan aspirasi secara damai, santun, dan tertib.
Botok juga meminta maaf apabila selama berada di Jakarta terdapat perkataan maupun tindakan dari anggota rombongan yang dianggap kurang berkenan.
Ojol Sebelumnya Mengaku Kecewa
Sebelum AMPB menyampaikan klarifikasi, sejumlah relawan ojol memang mengungkapkan kekecewaan terhadap keputusan rombongan massa Pati meninggalkan Jakarta.
Salah satu relawan ojol, Melva Pardede, mempertanyakan keputusan AMPB yang disebut langsung meninggalkan lokasi setelah audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Melva menilai para pengemudi ojol sebelumnya telah memberikan bantuan kepada rombongan AMPB, termasuk dalam hal pengawalan dan kebutuhan logistik selama berada di Jakarta.
Ia bahkan meminta AMPB menyampaikan permintaan maaf kepada para pengemudi ojol.
Dalam pernyataannya, relawan ojol memberikan waktu 1×24 jam kepada pihak AMPB untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf.
Kekecewaan tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya para pengemudi ojol dan kurir online memang turut berada di sekitar Gedung DPR RI untuk mendampingi massa AMPB menjelang aksi 27 Agustus 2026.
AMPB Pilih Redam Polemik
Dengan adanya klarifikasi tersebut, AMPB berupaya meluruskan kesalahpahaman yang muncul dengan komunitas ojol.
Pihak AMPB menegaskan bahwa kepulangan massa bukan dimaksudkan untuk mengabaikan atau tidak menghargai bantuan para pengemudi ojol.
Keputusan tersebut diklaim diambil karena pertimbangan situasi keamanan di sekitar Gedung DPR RI.
Botok pun kembali menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jabodetabek dan para ojol yang telah membantu selama rombongan AMPB berada di Jakarta.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredakan polemik sekaligus menjaga hubungan antara massa AMPB dari Pati dengan komunitas pengemudi ojol yang sebelumnya bersama-sama mengawal jalannya aksi di Jakarta.
