Anak Influencer Diduga Jadi Korban Bully di SMP Jakarta Timur, Begini Cara Lapor ke Sekolah
HAIJAKARTA.ID – Anak influencer diduga jadi korban bully di SMP Jakarta Timur.
Dugaan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual menimpa seorang siswi SMP Negeri di Jakarta Timur yang diketahui merupakan anak perempuan dari seorang pemengaruh media sosial berinisial C.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan tengah didalami oleh Dinas Pendidikan setempat.
Peristiwa tersebut terungkap setelah orang tua korban berinisial H mendapati perubahan sikap pada putrinya usai libur tahun baru.
Dugaan awal bermula dari ajakan seorang teman sekolah berinisial R untuk merayakan malam pergantian tahun bersama.
Namun, pada saat itu C memilih menghabiskan waktu bersama orang tuanya dan keluarga.
Keputusan tersebut disebut menjadi awal munculnya dugaan perundungan dan pelecehan yang dialami korban.
Kronologi Anak Influencer Diduga Jadi Korban Bully
H mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui kejadian tersebut setelah sang anak bercerita sepulang liburan.
Sejak momen tahun baru itu, korban disebut kerap menangis dan terlihat murung di rumah.
“Setelah liburan tahun baru, anak saya sering menangis dan terlihat berbeda. Dari situlah akhirnya dia mulai bercerita,” ujar H, Rabu (21/1), seperti dikutip dari Antara.
Setelah kembali masuk sekolah, C mendengar cerita dari teman-temannya terkait rencana R pada malam tahun baru. R disebut memiliki niat mengajak C pergi dengan dugaan akan membius korban.
“Ternyata si R ini punya rencana mau ngajak anak saya saat tahun baru, mau dibawa ke suatu tempat dan katanya mau dibius,” kata H.
Mendengar kabar tersebut, C kemudian menanyakan langsung kepada R terkait isu tersebut. Namun, R berdalih bahwa pernyataannya hanya sebatas candaan.
“Anak saya tanya langsung, ‘kamu kemarin ngajakin aku tahun baruan mau ngebius ya?’ Dia jawabnya cuma bercanda. Semua selalu dibilangnya bercanda,” tutur H.
Menanggapi kasus anak influencer diduga jadi korban bully di SMP Jakarta Timur, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Saat ini kami masih fokus melakukan pendalaman kasus yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Horale, Rabu (21/1), dikutip dari Antara.
Pihak sekolah dan instansi terkait disebut telah dilibatkan untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur, termasuk perlindungan terhadap korban.
Cara Laporkan Bullying Anak di Sekolah
Kasus perundungan di lingkungan pendidikan dapat ditangani melalui mekanisme pengaduan resmi yang telah disusun.
Penanganan akan berjalan efektif apabila sekolah tidak melakukan pembiaran dan aktif dalam pencegahan.
1. Penyampaian Pengaduan
Laporan dapat disampaikan oleh siswa korban, saksi, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat.
2. Pengaduan Diterima Tim Sekolah
Untuk jenjang SMP, laporan dapat disampaikan kepada guru BK, wali kelas, kepala sekolah, atau pengawas.
3. Teknis Pengaduan
Pelapor menyampaikan kronologis kejadian, tim sekolah mengidentifikasi kebutuhan korban seperti pendampingan psikologis, dan pengumpulan saksi.
4. Klarifikasi dan Dokumentasi
Tim melakukan klarifikasi serta mendokumentasikan bukti perundungan.
5. Analisis dan Tindak Lanjut
Kasus dapat diselesaikan secara internal, dirujuk ke pihak lain seperti P2TP2A atau kepolisian, atau dilimpahkan ke dinas pendidikan jika sekolah tidak mampu menangani.
Kanal Pengaduan Resmi Kasus Bullying
Korban atau pihak terkait juga dapat melapor melalui kanal resmi pemerintah, antara lain:
1. Lapor.go.id (Kemendikbud Ristek)
2. SAPA 129 (KemenPPPA): 08111-129-129
3. KPAI:
- WhatsApp: 081-1177-2273
- Telepon: (021) 3190 1556
- Email: pengaduan@kemdikbud.go.id
Kasus anak influencer diduga jadi korban bully di SMP Jakarta Timur menambah daftar panjang perundungan di lingkungan sekolah. Pemerintah dan pihak sekolah diharapkan dapat bertindak cepat, transparan, serta mengutamakan keselamatan dan pemulihan korban.
