Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Menjalankan ibadah puasa Ramadhan tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memastikan setiap amalan dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Salah satu yang sering ditanyakan umat Muslim adalah bacaan niat sahur dan buka puasa sesuai sunnah, mulai dari waktu membacanya hingga lafaz yang benar.

Meski terdengar sederhana, niat memiliki peran penting sebagai penentu sah atau tidaknya ibadah puasa.

Karena itu, memahami bacaan niat sahur dan buka puasa secara tepat menjadi bekal utama agar ibadah Ramadhan berjalan lebih khusyuk dan bernilai pahala.

Bacaan Niat Sahur dan Buka Puasa Sesuai Sunnah

1. Bacaan Niat Sahur

Secara sunnah, niat puasa cukup dilakukan di dalam hati, karena niat adalah kesadaran dan tekad seseorang untuk beribadah, bukan sekadar bacaan lisan.

Artinya, ketika seseorang sudah berniat dalam hatinya bahwa esok hari ia akan berpuasa Ramadhan karena Allah, maka niat tersebut sudah sah, meskipun tidak diucapkan.

Namun, melafalkan niat diperbolehkan dan sering dianjurkan oleh para ulama sebagai cara membantu hati agar lebih fokus dan mantap dalam berniat.

Bacaan niat bukanlah syarat wajib, tetapi sarana untuk menghadirkan kesungguhan niat dalam diri.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa niat puasa Ramadhan wajib dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Ini berarti niat harus sudah ada sejak malam, baik setelah Maghrib, Isya, atau sebelum tidur, selama masih berada di waktu malam dan sebelum masuk waktu Subuh.

Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadhan (yang umum digunakan)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i farḍi syahri Ramaḍāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan karena Allah Ta‘ala.”

2. Bacaan Buka Puasa Ramadhan

Berikut bacaan doa berbuka puasa menurut HR Bukhari dan Muslim :

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Doa tersebut mengandung rasa syukur atas nikmat berpuasa dan harapan akan diterima amal ibadah tersebut oleh Allah.

Doa berbuka puasa Ramadhan dibaca saat waktu berbuka telah masuk, yaitu ketika matahari terbenam dan azan Maghrib berkumandang. Waktu ini menjadi momen paling utama untuk berdoa, karena orang yang berpuasa memiliki kesempatan doa yang mustajab tepat ketika puasanya berakhir.

Oleh karena itu, doa berbuka dianjurkan dibaca sesaat sebelum atau bersamaan dengan membatalkan puasa, misalnya sebelum meneguk air atau menyantap kurma.

Jika doa dibaca setelah makan atau minum, hukumnya tetap boleh, namun keutamaannya tidak seutama doa yang dipanjatkan tepat di awal waktu berbuka.

Tips Menjaga Adab Sahur dan Berbuka agar Puasa Lebih Bernilai

Agar ibadah puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai pahala, Islam mengajarkan adab-adab penting saat sahur dan berbuka.

Berikut lima adab utama yang perlu dijaga:

1. Meluruskan niat sejak sahur, melaksanakan ahur bukan sekadar menyiapkan tenaga, tetapi juga waktu meneguhkan niat berpuasa karena Allah. Niat yang lurus menjadikan puasa bernilai ibadah, bukan rutinitas semata.

2. Mengakhirkan sahur dan tidak meninggalkannya, Rasulullah ﷺ menganjurkan sahur meski hanya dengan seteguk air. Sahur mengandung keberkahan dan menjadi pembeda puasa umat Islam dengan puasa lainnya.

3. Menyegerakan berbuka saat waktunya tiba, ketika matahari terbenam, dianjurkan segera berbuka dan tidak menunda-nunda. Hal ini termasuk sunnah dan bentuk ketaatan kepada ketentuan Allah.

4. Memulai berbuka dengan doa dan makanan sederhana, waktu berbuka adalah saat mustajab untuk berdoa. Memulai berbuka dengan doa, lalu dengan air atau kurma, mencerminkan adab dan kesederhanaan dalam ibadah.

5. Menjaga lisan dan sikap saat sahur dan berbuka, puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari perkataan sia-sia dan emosi. Menjaga adab di dua waktu ini membantu menjaga kualitas puasa sepanjang hari.