Baru! Daftar BBM yang Bakal Naik Menurut Bahlil, Cek Sekarang
HAIJAKARTA.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal adanya potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Hal ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang kini menembus US$ 115 per barel, sehingga berdampak langsung pada biaya produksi energi, termasuk BBM di dalam negeri.
Daftar BBM yang Bakal Naik Menurut Bahlil
Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan bahwa kemungkinan kenaikan harga hanya berlaku untuk BBM non-subsidi, khususnya yang digunakan oleh kalangan mampu.
Berdasarkan pernyataan Menteri ESDM, daftar BBM yang bakal naik mengarah pada jenis non-subsidi, khususnya BBM dengan RON tinggi yang mengikuti mekanisme pasar global.
Berikut rinciannya:
1. Pertamax (RON 92)
- Termasuk BBM non-subsidi
- Digunakan oleh kendaraan pribadi kelas menengah
- Berpotensi mengalami penyesuaian harga jika harga minyak dunia naik
2. Pertamax Green (RON 95 Campuran Bioetanol)
- BBM ramah lingkungan dengan RON tinggi
- Masuk kategori non-subsidi
- Sangat dipengaruhi harga pasar energi global
3. Pertamax Turbo (RON 98)
- BBM dengan oktan tinggi untuk kendaraan premium
- Tidak disubsidi pemerintah
- Paling berpotensi naik karena sepenuhnya mengikuti harga pasar
4. Dexlite (Solar Non-Subsidi)
- BBM jenis diesel untuk kendaraan niaga tertentu
- Tidak termasuk subsidi
- Harga bisa berubah mengikuti fluktuasi global
5. Pertamina Dex (Solar Premium Non-Subsidi)
- Solar berkualitas tinggi
- Digunakan kendaraan mesin diesel modern
- Termasuk dalam daftar BBM yang bakal naik
BBM yang Tidak Masuk Daftar (Tetap Stabil)
Berikut jenis BBM yang dipastikan tidak naik dalam waktu dekat karena masih mendapat subsidi pemerintah:
1. Pertalite (RON 90)
- BBM subsidi untuk masyarakat umum
- Harga dijaga tetap stabil
2. Solar Subsidi
- Digunakan untuk transportasi umum dan logistik
- Mendapat perlindungan harga dari pemerintah
Lonjakan harga minyak dunia menjadi faktor utama yang memicu potensi perubahan harga BBM.
Kondisi geopolitik global serta meningkatnya permintaan energi membuat harga minyak mentah terus mengalami kenaikan.
Hal ini berimbas pada biaya produksi BBM, khususnya jenis non-subsidi yang mengikuti harga pasar internasional.
Bahlil mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait kebijakan harga BBM.
“Percayalah, nanti tunggu waktunya Presiden akan memutuskan kebijakan terbaik untuk kepentingan rakyat dan negara,” tutupnya.
