Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- BPNT Sembako 2026 cair hingga Rp2,4 juta setahun bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial pangan.

Pemerintah kembali mempermudah proses pendaftaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2026 yang kini bisa diajukan langsung melalui ponsel.

Inovasi digital ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan sembako semakin tepat sasaran dan transparan.

Program BPNT yang dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia terus disempurnakan dengan sistem berbasis data terpadu agar keluarga kurang mampu bisa memperoleh bantuan tanpa harus melalui proses panjang secara manual.

Tak sedikit warga mengeluhkan bantuan yang tak kunjung cair atau gagal terdaftar. Mayoritas kendala terjadi akibat ketidaksesuaian data kependudukan serta belum terintegrasi dalam sistem DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Apa Itu BPNT dan Manfaatnya Bagi Masyarakat?

BPNT merupakan program bantuan sosial berupa saldo non tunai yang diberikan setiap bulan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dana tersebut digunakan khusus untuk membeli kebutuhan pokok seperti:

  • beras
  • telur
  • daging ayam
  • kacang-kacangan
  • sumber protein lainnya

Saldo bantuan disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan hanya bisa digunakan di e-warong atau agen pangan resmi yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Skema digital ini dirancang agar:

  • bantuan tidak disalahgunakan
  • tidak ada potongan liar
  • lebih cepat diterima masyarakat

Syarat Penerima BPNT Sembako 2026

Sebelum mendaftar, masyarakat harus memenuhi sejumlah kriteria utama:

  • Warga Negara Indonesia dengan e-KTP aktif
  • Termasuk keluarga miskin atau rentan miskin
  • Bukan ASN, TNI, Polri, atau pegawai BUMN/BUMD
  • Terdaftar atau diusulkan dalam DTKS

Jika belum pernah menerima bansos meski merasa layak, besar kemungkinan data keluarga belum diperbarui di tingkat kelurahan atau desa.

Cara Daftar BPNT Online 2026 Lewat HP

Pendaftaran kini bisa dilakukan mandiri melalui aplikasi resmi pemerintah dengan langkah berikut:

  • Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos di Play Store
  • Registrasi akun menggunakan NIK, KK, dan email aktif
  • Unggah selfie sambil memegang KTP
  • Aktivasi akun melalui email
  • Login ke aplikasi
  • Pilih menu Daftar Usulan
  • Masukkan data keluarga yang diusulkan
  • Pilih bantuan BPNT/Sembako
  • 9. Unggah foto rumah sebagai bukti kondisi ekonomi

Setelah dikirim, data akan diverifikasi mulai dari pemerintah desa hingga pusat.

Jadwal dan Nominal BPNT 2026

Tahap                                Periode Nominal             Total

Tahap 1 Jan–Feb              Rp200 ribu                       Rp400 ribu

Tahap 2 Mar–Apr            Rp200 ribu                       Rp400 ribu

Tahap 3 Mei–Jun             Rp200 ribu                      Rp400 ribu

Tahap 4 Jul–Agu               Rp200 ribu                     Rp400 ribu

Total setahun                                —                            Rp2,4 juta

Penyaluran dilakukan melalui KKS bank penyalur atau kantor PT Pos Indonesia.

Cara Cek Status Penerima BPNT

Masyarakat dapat memantau status bantuan secara online dengan langkah mudah:

  • Akses cekbansos.kemensos.go.id
  • Pilih wilayah domisili
  • Masukkan nama sesuai KTP
  • Isi captcha
  • Klik Cari Data

Jika terdaftar, akan muncul informasi tahap pencairan dan metode penyaluran.

Penyebab BPNT Gagal Cair

Beberapa faktor umum yang membuat usulan tidak lolos:

  • Data KK dan KTP tidak sinkron
  • Nama berbeda ejaan
  • Status ekonomi berubah namun belum diperbarui
  • Terindikasi penghasilan di atas batas kelayakan
  • Sistem otomatis akan menolak jika ditemukan ketidaksesuaian.

Pendaftaran BPNT 2026 kini semakin mudah, cepat, dan transparan lewat sistem digital.

Kunci utama agar bantuan bisa cair tepat waktu adalah memastikan data keluarga telah terdaftar dan valid di DTKS.

Program ini menjadi bantalan ekonomi penting di tengah kenaikan harga bahan pokok, sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Masyarakat diimbau rutin memeriksa status bansos dan segera memperbarui data bila terjadi perubahan kondisi ekonomi keluarga.