Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sejumlah teknologi untuk mendukung keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah Food Guard, perangkat berbasis multisensor dan kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu mendeteksi tanda-tanda makanan mulai mengalami kerusakan.

Pengembangan teknologi tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pengawasan terhadap makanan yang disiapkan dan didistribusikan dalam program MBG.

Terlebih, program tersebut melibatkan penyediaan makanan dalam jumlah besar sehingga aspek keamanan, kebersihan, kualitas, dan kelayakan makanan perlu mendapat perhatian.

Food Guard bekerja dengan memanfaatkan sejumlah sensor yang membaca perubahan gas atau senyawa volatil yang muncul dari makanan.

Data yang diperoleh dari sensor tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknologi AI untuk mengenali pola yang dapat menjadi indikasi adanya proses pembusukan.

Teknologi ini diharapkan dapat menjadi alat bantu dalam proses pemeriksaan makanan.

Dengan adanya sistem berbasis sensor dan AI, kondisi makanan dapat dianalisis menggunakan data, sehingga pemeriksaan tidak hanya bergantung pada pengamatan fisik seperti perubahan warna, bentuk, maupun aroma.

BRIN Kembangkan Sejumlah Teknologi Pendukung MBG

Food Guard bukan satu-satunya inovasi yang dikembangkan BRIN untuk mendukung pelaksanaan MBG.

Lembaga tersebut juga mengembangkan Fresh Scan, test-kit MBG, smart bioplastic, serta sistem monitoring berbasis AI.

Berbagai teknologi tersebut memiliki fokus yang berbeda. Pengembangannya mencakup upaya meningkatkan keamanan pangan, menjaga higienitas dapur, memantau kualitas gizi makanan, hingga mendukung pengawasan rantai pasok bahan pangan.

Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dan pengelola program melakukan pengawasan secara lebih efektif, terutama dalam memastikan makanan yang disiapkan memenuhi standar keamanan sebelum dikonsumsi penerima manfaat.

Food Guard Belum Berarti Menggantikan Pemeriksaan Manual

Meski menawarkan potensi dalam mendeteksi indikasi makanan yang mulai rusak, Food Guard tetap perlu dipahami sebagai alat bantu pengawasan, bukan satu-satunya penentu keamanan makanan.

Pemeriksaan keamanan pangan tetap membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, kebersihan peralatan dan dapur, suhu penyimpanan, pengemasan, hingga proses distribusi kepada penerima manfaat.

Selain itu, penerapan teknologi baru juga membutuhkan proses pengujian dan validasi untuk memastikan tingkat akurasi serta kesesuaiannya dengan kondisi di lapangan.

Hingga kini, belum ada keterangan bahwa Food Guard telah diterapkan secara menyeluruh di seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG.

Informasi mengenai harga perangkat, tingkat akurasi, serta jadwal penerapan secara luas juga masih perlu menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.

Teknologi Jadi Bagian dari Penguatan Pengawasan MBG

Pengembangan Food Guard menunjukkan bahwa pengawasan MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat.

Program berskala besar seperti MBG membutuhkan sistem pengawasan berlapis. Mulai dari pemilihan bahan pangan, proses memasak, penyimpanan, pengemasan, pengiriman, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh peserta program harus dilakukan sesuai prosedur keamanan pangan.

Karena itu, pemanfaatan AI dan sensor dapat menjadi salah satu pendukung untuk memperkuat sistem tersebut.

Jika nantinya telah melalui pengujian dan memenuhi standar yang ditetapkan, teknologi seperti Food Guard berpotensi membantu mempercepat identifikasi awal terhadap makanan yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Namun, keamanan pangan tetap membutuhkan kombinasi antara teknologi, standar operasional, pemeriksaan laboratorium bila diperlukan, serta pengawasan tenaga yang kompeten.

Dengan pengembangan berbagai inovasi tersebut, BRIN berupaya memberikan dukungan berbasis riset dan teknologi terhadap pelaksanaan MBG agar program tidak hanya mampu menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan aman dan layak dikonsumsi.