Cara Cek Status Bansos Mei 2026 Pakai NIK, PKH dan BPNT Bisa Nonaktif!
HAIJAKARTA.ID- Bagaimana cara cek status bansos Mei 2026 pakai NIK? Pembaruan tersebut berdampak pada status sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya menerima bantuan.
Langkah pemutakhiran data ini dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melalui penyempurnaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah menyebut pembaruan dilakukan secara berkala setiap triwulan guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Masyarakat diminta segera mengecek status kepesertaan bansos secara mandiri melalui layanan resmi Kemensos menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Pengecekan dapat dilakukan secara online melalui laman resmi cek bansos tanpa harus datang ke kantor pemerintah.
Pemerintah Perketat Validasi Data Penerima
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan proses validasi data penerima bansos kini dilakukan lebih ketat.
Pemerintah menemukan adanya ribuan penerima yang dianggap tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial.
Salah satu temuan yang menjadi sorotan ialah adanya penerima bansos yang terindikasi terlibat aktivitas judi online.
Kemensos mencatat lebih dari 11 ribu penerima bansos dicoret pada triwulan pertama 2026. Sementara pada triwulan kedua, puluhan KPM kembali dihapus dari daftar penerima bantuan.
Menurut Kemensos, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga akurasi penyaluran bantuan negara agar benar-benar diterima masyarakat miskin dan rentan yang membutuhkan.
Cara Cek Status Penerima Bansos Mei 2026
Masyarakat kini dapat mengecek status bansos hanya melalui telepon genggam atau perangkat komputer dengan langkah berikut:
- Buka situs resmi Kemensos melalui cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang muncul di layar
- Klik tombol “Cari Data”
- Sistem akan menampilkan informasi status penerima bansos
Jika masih terdaftar, masyarakat dapat melihat jenis bantuan yang diterima, identitas penerima, kategori desil ekonomi, hingga status bantuan aktif atau tidak aktif.
DTSEN Jadi Basis Baru Penyaluran Bantuan
Kemensos menjelaskan, pembaruan data kini mengacu pada DTSEN yang menjadi basis utama pendataan sosial ekonomi nasional.
Data tersebut memuat kondisi ekonomi masyarakat yang diperbarui secara berkala agar lebih akurat dibanding sistem sebelumnya.
Dengan sistem baru ini, perubahan status penerima bansos dapat terjadi sewaktu-waktu apabila ditemukan peningkatan kondisi ekonomi, data tidak sesuai, penerima meninggal dunia, pindah domisili, atau adanya pelanggaran tertentu.
Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan penerima bansos yang dianggap tidak layak maupun warga miskin yang belum masuk dalam data penerima bantuan.
Penyaluran Bansos Diharapkan Lebih Tepat Sasaran
Program bantuan sosial menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Karena itu, validasi dan pembaruan data dianggap penting agar anggaran negara tidak salah sasaran.
Selain Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan lain seperti Program Sembako atau BPNT, bantuan pendidikan, hingga bantuan khusus bagi kelompok rentan.
Masyarakat diimbau menggunakan kanal resmi pemerintah untuk mengecek informasi bansos dan menghindari informasi palsu yang beredar di media sosial.
