HAIJAKARTA.ID – Bulan suci Ramadhan menjadi momen penting bagi orangtua untuk mulai mengenalkan ibadah puasa kepada anak.
Namun, cara mengajarkan anak puasa Ramadhan perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat agar anak tidak merasa tertekan dan justru tumbuh rasa cinta terhadap ibadah tersebut.
Para ahli parenting menekankan bahwa proses belajar puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap, disertai pendampingan penuh dari orangtua.
Puasa bagi anak bukan soal kuat atau tidak, tapi soal belajar dan pembiasaan kepada si kecil.
Cara Mengajarkan Anak Puasa Ramadhan dengan Aman dan Menyenangkan
Berikut panduan cara mengajarkan anak puasa Ramadhan yang dapat diterapkan orangtua di rumah, adalah:
1. Lakukan Secara Bertahap
Melatih anak berpuasa sebaiknya dimulai secara perlahan.
Orangtua dapat mengenalkan puasa setengah hari, misalnya dari pagi hingga waktu Dzuhur atau makan siang.
Setelah anak terbiasa, durasi puasa bisa ditambah sedikit demi sedikit hingga mampu bertahan sampai sore.
Pada tahap ini, anak tidak boleh dipaksa. Jika dipaksakan, dikhawatirkan anak justru sakit atau merasa tertekan.
2. Orangtua Menjadi Contoh
Anak adalah peniru yang ulung. Apa yang dilakukan orangtua akan direkam dan ditiru oleh anak.
Karena itu, orangtua perlu memberi contoh dengan menjalankan puasa secara konsisten.
Orangtua juga dapat menceritakan pengalaman berpuasa kepada anak.
Cerita sederhana tentang menahan lapar dan menunggu waktu berbuka bisa menjadi pembelajaran yang bermakna.
3. Dampingi Anak Saat Belajar Puasa
Saat anak mulai mencoba berpuasa, orangtua sebaiknya selalu mendampingi dan memberi dukungan.
Apresiasi usaha anak meskipun hanya mampu berpuasa setengah hari.
Memberikan pujian di depan anggota keluarga lain bisa menjadi motivasi.
Hadiah sederhana juga dapat diberikan sebagai bentuk penghargaan atas usaha anak.
4. Mulai dengan Puasa Setengah Hari
Puasa setengah hari dinilai efektif sebagai tahap awal.
Anak belajar menahan lapar dan haus tanpa merasa terbebani.
Jika sudah terbiasa, anak akan lebih siap menjalani puasa penuh.
5. Berikan Pemahaman tentang Puasa
Orangtua perlu menjelaskan alasan umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak.
Penjelasan singkat dan jelas akan membantu anak memahami makna puasa, bukan sekadar menahan lapar.
6. Pilih Usia yang Tepat
Umumnya anak mulai belajar puasa di usia 6-7 tahun.
Namun, hal ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan kesiapan anak.
Orangtua diimbau tidak memberi tekanan agar anak menjalani puasa dengan rasa senang.
7. Siapkan Makanan Favorit untuk Berbuka
Menyiapkan menu berbuka favorit anak dapat menjadi motivasi tersendiri.
Orangtua bahkan bisa mengajak anak memilih menu berbuka atau ikut menyiapkannya agar anak semakin antusias menunggu waktu berbuka.
8. Pastikan Anak Minum Cukup Air
Orangtua perlu memastikan anak minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa.
Kecukupan cairan saat sahur dan berbuka penting agar anak tidak mengalami dehidrasi selama berpuasa.
Dengan minum air yang cukup di waktu sahur dan berbuka, kondisi tubuh anak tetap terjaga dan lebih kuat menjalani puasa.
9. Jangan Memaksa
Jika anak merasa tidak kuat berpuasa, orangtua sebaiknya tidak memaksakan kehendak kepada anak.
Orangtua perlu memahami bahwa kondisi fisik dan kesiapan setiap anak berbeda-beda.
Tujuan utama mengenalkan puasa adalah proses pembelajaran dan pembiasaan, bukan mengejar target
Dengan tidak memaksakan pada anak,
10. Selalu Dampingi dan Beri Dukungan
Pendampingan dan dukungan emosional menjadi kunci utama dalam cara mengajarkan anak puasa Ramadhan agar anak merasa aman dan nyaman.
Manfaat Puasa bagi Kesehatan dan Karakter Anak
Selain bernilai ibadah, puasa juga memiliki manfaat kesehatan dan pembentukan karakter anak.
1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Puasa diduga dapat merangsang aktivitas sel darah putih sehingga daya tahan tubuh anak menjadi lebih kuat dan tidak mudah sakit.
2. Mencegah Kelebihan Berat Badan
Pembatasan waktu makan saat puasa membantu anak menghindari makan berlebihan dan menjaga berat badan tetap ideal.
3. Melatih Disiplin
Puasa mengajarkan anak untuk patuh pada waktu makan, tidur, belajar, dan beribadah. Kebiasaan ini melatih anak hidup lebih teratur dan disiplin.
4. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri
Menunggu waktu berbuka menjadi sarana anak belajar bersabar dan mengendalikan keinginan. Nilai ini penting untuk perkembangan emosional anak ke depannya.

