sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Jadwal penyaluran Bansos PKH, BPNT, dan PIP 2026 bisa jadi momentum untuk masyarakat mengecek apakah terdaftar sebagai penerima Bansos Pemerintah 2026 atau tidak.

Pemerintah kembali melanjutkan sejumlah program bansos, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Program Indonesia Pintar (PIP).

Masyarakat kini dapat mengecek status penerima bansos secara mandiri dan online, baik melalui aplikasi resmi maupun laman yang disediakan pemerintah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta memudahkan warga tanpa harus datang ke kantor desa atau dinas sosial.

Anggaran Bansos 2026 Meningkat

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah meningkatkan alokasi belanja subsidi dan bantuan sosial dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyebutkan bahwa belanja pemerintah pusat meningkat signifikan untuk mendukung program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan anggaran tersebut dialokasikan ke berbagai program strategis, termasuk PKH, bantuan sembako, serta bansos reguler lainnya yang diterima langsung oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

Jadwal Penyaluran Bansos PKH, BPNT, dan PIP 2026

Hingga saat ini, pemerintah belum merilis jadwal resmi pencairan bansos tahun 2026 secara detail.

Namun, mengacu pada pola penyaluran tahun sebelumnya, bansos diperkirakan disalurkan dalam empat tahap, yaitu:

  • Tahap 1: Januari – Maret 2026
  • Tahap 2: April – Juni 2026
  • Tahap 3: Juli – September 2026
  • Tahap 4: Oktober – Desember 2026

PKH dipastikan tetap berlanjut dan menyasar keluarga miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Sasaran dan Besaran Bantuan PKH 2026

Program PKH diberikan kepada keluarga dengan komponen tertentu, antara lain:

  • Ibu hamil atau menyusui
  • Anak usia dini
  • Siswa SD, SMP, dan SMA sederajat
  • Lanjut usia
  • Penyandang disabilitas berat

Setiap kategori menerima bantuan dengan nominal berbeda sesuai ketentuan pemerintah dan dicairkan secara bertahap sepanjang tahun.

PIP dan BPNT Tetap Disalurkan Tahun 2026

Selain PKH, pemerintah juga melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik dan mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin.

Bantuan ini ditujukan untuk mendukung biaya pendidikan dan diberikan kepada pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta siswa dengan kondisi khusus.

Sementara itu, BPNT tetap disalurkan untuk membantu kebutuhan pangan keluarga miskin.

Bantuan ini bernilai sekitar Rp200 ribu per bulan dan biasanya dicairkan secara rapel setiap dua atau tiga bulan melalui e-Warong atau agen resmi yang bekerja sama dengan pemerintah.

Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos 2026

1. Cek Bansos Lewat Aplikasi Resmi Kemensos

Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyediakan aplikasi Cek Bansos untuk memudahkan masyarakat mengecek status penerima bantuan.

Langkah-langkahnya:

  • Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store
  • Buat akun dengan mengisi NIK, Nomor KK, dan data diri sesuai KTP
  • Unggah foto KTP dan swafoto
  • Lakukan verifikasi email
  • Masuk ke menu Profil untuk melihat status penerima bansos

2. Cek Bansos Melalui Website Resmi Kemensos

Selain aplikasi, pengecekan juga bisa dilakukan melalui situs resmi Kemensos.

Caranya:

  • Kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id
  • Pilih wilayah domisili (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa)
  • Masukkan nama lengkap sesuai KTP
  • Isi kode captcha
  • Klik Cari Data

Sistem akan menampilkan informasi apakah nama tersebut terdaftar sebagai penerima bansos PKH, BPNT, atau bantuan sosial lainnya.

Penyaluran Bansos Reguler Mulai Februari 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bansos reguler tahap awal akan mulai disalurkan pada Februari 2026 kepada sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Penyaluran bansos masih dilakukan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Pemerintah juga tengah mengkaji skema pelibatan koperasi desa agar penerima bansos dapat berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif di daerahnya.