Critical Mass Jakarta Ricuh, Pesepeda dan Pengendara Motor Terlibat Adu Mulut!
HAIJAKARTA.ID- Kegiatan Jakarta Critical Mass kembali menjadi perhatian setelah terjadi keributan antara sejumlah pesepeda dengan seorang pengendara sepeda motor pada Jumat malam, 25 September 2026.
Momen keributan tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.
Dalam rekaman, seorang pengendara sepeda motor terlihat berada di tengah kerumunan pesepeda hingga akhirnya dikerumuni sejumlah peserta.
Berdasarkan keterangan yang menyertai video, keributan diduga bermula ketika sepeda motor tersebut masuk ke dalam rombongan pesepeda dan menyundul bagian belakang salah satu sepeda.
Situasi kemudian memanas. Sejumlah pesepeda terlihat mendekati pengendara motor tersebut.
Dalam video yang beredar, terdengar pula beberapa peserta melontarkan perkataan dengan nada emosi kepada pengendara motor.
Meski demikian, kronologi lengkap mengenai kejadian tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman video yang beredar.
Belum diketahui pula secara jelas bagaimana pengendara motor tersebut bisa masuk ke tengah rombongan serta apa yang terjadi sebelum insiden penyundulan ban.
Peristiwa tersebut kemudian memunculkan beragam respons dari warganet. Sebagian mempertanyakan posisi pengendara motor dan jalur yang digunakan saat kejadian.
Di sisi lain, ada pula warganet yang mempertanyakan keberadaan rombongan pesepeda di jalan dan dampaknya terhadap pengguna jalan lainnya.
Komentar warganet pun beragam. Ada yang menyampaikan kritik terhadap pengendara motor, sementara lainnya meminta informasi yang lebih lengkap agar persoalan tersebut tidak dinilai hanya dari potongan video.
Apa Itu Jakarta Critical Mass?
Jakarta Critical Mass merupakan kegiatan bersepeda massal yang rutin digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan.
Kegiatan tersebut mempertemukan pesepeda dari berbagai komunitas maupun individu untuk bersepeda bersama di jalan-jalan Jakarta.
Kegiatan Critical Mass di Jakarta telah berlangsung sejak sekitar 2012 dan berkembang sebagai gerakan yang bertujuan menunjukkan keberadaan pesepeda sebagai salah satu pengguna jalan.
Kegiatan ini juga dikenal tidak memiliki struktur kepemimpinan formal maupun rute yang selalu ditentukan sejak awal.
Dalam pelaksanaannya, peserta dapat berasal dari berbagai latar belakang dan menggunakan beragam jenis sepeda, mulai dari sepeda lipat, gravel, fixed gear, road bike, city bike hingga sepeda touring.
Pada sejumlah kegiatan sebelumnya, rombongan pesepeda Jakarta Critical Mass diketahui melintasi sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan Sudirman, Semanggi hingga Bundaran HI.
Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara komunitas pesepeda menunjukkan keberadaan mereka di ruang jalan perkotaan.
Tuai Perdebatan soal Ruang Jalan
Keributan yang terjadi pada Jumat malam tersebut kembali memperlihatkan adanya perdebatan mengenai penggunaan ruang jalan antara pesepeda dan pengguna kendaraan bermotor.
Di kolom komentar unggahan video, sebagian warganet mempertanyakan apakah pengendara motor memasuki jalur atau rombongan pesepeda, sementara sebagian lainnya mempertanyakan apakah keberadaan rombongan pesepeda berpotensi menghambat kendaraan lain yang melintas.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat informasi terverifikasi mengenai adanya laporan polisi, korban luka, maupun tindakan hukum terkait insiden tersebut.
Karena itu, kronologi mengenai siapa yang terlebih dahulu melakukan pelanggaran atau bagaimana awal mula konflik terjadi masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang terlibat.

