sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Daftar fenomena langit Mei 2026 dipastikan langit akan dipenuhi astronomi menarik.

Mulai dari hujan meteor, fase bulan, hingga purnama langka atau Blue Moon, semuanya bisa dinikmati masyarakat bahkan sebagian tanpa alat bantu.

Sejumlah peristiwa langit ini menjadi momen istimewa bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum yang ingin menikmati keindahan alam semesta.

Namun, pengamatan optimal tetap membutuhkan kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya.

Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids

Salah satu fenomena utama bulan ini adalah hujan meteor Eta Aquarids yang mencapai puncaknya pada malam 5 Mei hingga dini hari 6 Mei 2026.

Hujan meteor ini tergolong cukup aktif, dengan potensi kemunculan hingga 50–60 meteor per jam dalam kondisi langit ideal, khususnya di wilayah Belahan Bumi Selatan seperti Indonesia.

Fenomena ini berasal dari sisa debu Komet Halley, komet legendaris yang terakhir melintas pada 1986 dan diperkirakan kembali pada 2061.

Meteor dari Eta Aquarids dikenal bergerak cepat, mencapai kecepatan sekitar 64 km per detik, dan sering meninggalkan jejak cahaya yang tampak beberapa saat di langit.

Waktu terbaik pengamatan:

  • Setelah tengah malam
  • Arah langit timur
  • Lokasi gelap jauh dari lampu kota

Bulan Baru, Waktu Ideal Mengamati Galaksi

Fase bulan baru akan terjadi pada 17 Mei 2026 pukul 03.03 WIB. Pada fase ini, Bulan tidak terlihat dari Bumi karena posisinya sejajar dengan Matahari.

Kondisi ini justru menjadi waktu terbaik untuk mengamati objek langit redup seperti galaksi dan gugus bintang, karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu.

Fenomena Indah Konjungsi Bulan dan Venus

Keindahan langit kembali tersaji pada 18 Mei saat terjadi Konjungsi Bulan dan Venus.

Pada momen ini, Bulan sabit akan tampak berdekatan dengan planet Venus, yang dikenal sebagai “Bintang Senja” karena cahayanya yang sangat terang.

Meski terlihat berdekatan dari Bumi, keduanya sebenarnya terpisah jarak jutaan kilometer di ruang angkasa.

Fenomena ini mudah diamati:

  • Setelah matahari terbenam
  • Tanpa alat bantu

Blue Moon, Purnama Langka Penutup Mei

Fenomena langit paling dinantikan terjadi pada 31 Mei 2026, yakni Blue Moon.

Blue Moon merupakan kondisi ketika terjadi dua kali bulan purnama dalam satu bulan Kalender peristiwa yang hanya terjadi beberapa tahun sekali.

Meski disebut “Blue Moon”, Bulan tidak akan berwarna biru. Istilah ini hanya merujuk pada kelangkaan fenomenanya, yang kemudian melahirkan ungkapan populer “once in a blue moon”.

Sekilas Purnama Awal Mei: Flower Moon

Sebelumnya, pada 1 Mei 2026, telah terjadi bulan purnama yang dikenal sebagai Flower Moon.

Nama ini berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika yang mengaitkannya dengan musim mekarnya bunga.

Rangkaian fenomena langit sepanjang Mei 2026 menjadi kesempatan langka untuk menikmati keindahan kosmos secara langsung.

Dari hujan meteor hingga Blue Moon, setiap peristiwa menawarkan pengalaman visual yang berbeda dan menarik.

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, beberapa fenomena bahkan dapat terlihat lebih jelas dibandingkan wilayah lain di dunia.