Daftar Insentif Lebaran 2026, Ada Diskon Transportasi hingga Bantuan Pangan
HAIJAKARTA.ID – Pemerintah menyiapkan sejumlah insentif Lebaran dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.
Paket stimulus tersebut mencakup diskon transportasi, diskon tarif tol, serta bantuan pangan guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.
Stimulus ini juga menjadi langkah antisipasi pemerintah untuk menahan laju inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) agar tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen sepanjang 2026.
Pemerintah Siapkan Daftar Insentif Lebaran 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tekanan inflasi berpotensi meningkat pada kuartal I 2026 akibat faktor global, kondisi iklim, serta pola musiman Ramadan dan Idulfitri.
Menurutnya, pemerintah perlu hadir melalui kebijakan insentif Lebaran agar lonjakan harga dapat ditekan dan stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus untuk menghadapi momentum HBKN tersebut.
Ia menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan stabilitas harga.
Diskon Transportasi dan Tarif Tol Jadi Fokus Insentif Lebaran
Dalam paket insentif Lebaran 2026, pemerintah memberikan diskon transportasi yang mencakup berbagai moda.
Potongan harga akan berlaku untuk pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, hingga tarif jalan tol.
Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk mendukung tingginya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Ia menyebut pemerintah menyiapkan potongan harga transportasi serta diskon tarif tol sebagai bagian dari stimulus menjelang hari raya.
Program insentif ini direncanakan berlangsung pada Februari hingga Maret 2026, bertepatan dengan periode puncak arus mudik dan balik Lebaran.
Bantuan Pangan Disalurkan untuk Keluarga Penerima Manfaat
Selain diskon transportasi, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya kelompok masyarakat pada desil 1 hingga 4.
Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli kelompok rentan di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.
Airlangga menyampaikan bahwa bantuan sosial berupa bahan pangan tengah dipersiapkan oleh pemerintah.
Ia menuturkan bahwa bantuan tersebut mencakup komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng.
Insentif Lebaran Diberlakukan Selama Periode Mudik dan Balik
Pemberian insentif Lebaran ini diharapkan mampu menahan tekanan harga pangan yang kerap bergejolak menjelang hari raya.
Pemerintah juga berupaya memastikan kelancaran distribusi dan pasokan barang kebutuhan pokok di seluruh wilayah.
Kebijakan ini sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan balik agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Pemerintah Perkuat Koordinasi Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri
Lebih lanjut, Airlangga menuturkan pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga.
Fokus pengendalian diarahkan pada komoditas volatile food seperti beras, bawang merah, dan bawang putih.
Pemerintah memastikan pasokan dan distribusi antarwilayah berjalan lancar guna menekan potensi lonjakan harga.
Dengan berbagai insentif Lebaran yang disiapkan, pemerintah berharap stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
