Deretan Teror yang Diterima Ketua dan Wakil BEM UI 2026 dari Pesan Ancaman hingga Paket Misterius
HAIJAKARTA.ID – Deretan Teror yang Diterima Ketua dan Wakil BEM UI 2026 menjadi sorotan serius usai rangkaian intimidasi beruntun dialami pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia terpilih.
Mulai dari ancaman pesan WhatsApp, dugaan peretasan akun pribadi, hingga pengiriman paket mencurigakan bernilai jutaan rupiah yang menyasar keselamatan pribadi dan keluarga.
Teror tersebut dialami Ketua BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof Ma’shum Imawan (Athof), Wakil Ketua BEM UI 2026 Fatimah Azzahra, serta Project Officer Pemira UI, Muhammad Nur Ihsan.
Rangkaian ancaman ini mencuat tak lama setelah penetapan hasil Pemira UI 2025.
Athof menyebut teror mulai terjadi sehari setelah pengumuman resmi hasil Pemira UI yang digelar pada Selasa, (13/1/2026).
Upaya peretasan terhadap akun WhatsApp pribadinya terjadi pada Rabu,(14/1/2026) atau belum genap 24 jam setelah dirinya dinyatakan terpilih.
Teror Digital: Ancaman Beruntun Lewat WhatsApp
Teror pertama dilaporkan dalam bentuk pesan WhatsApp bernada ancaman yang dikirim dari nomor tak dikenal kepada Muhammad Nur Ihsan.
1. Teror WhatsApp yang Diterima Nur Ihsan
Isi pesan tersebut berulang kali menekan, mengintimidasi, dan menuduh adanya kecurangan dalam Pemira UI.
“nuri, cuki mai kau, kau jangan main2 dengan pemira ini
awas memang kau main2 ato berpihak kesabiq sa cari kau sampe lobang batu
kiw kau mau tes tes saya silahkan kongkalikong main curang dengan sabiq itu tapi jangan kau menyesal
ko kira saya tidak tau permainanmu sama sabiq, mending kau tobat sekarang sebelum kau kena
sa sudah peringatkan kau itu nuri awas memang kau main2 di grand closing nnti, pokoknya klw kau tdk lurus dan benar dalam bertindak jangan kau menyesal, itu saja”
Ancaman tersebut berlanjut dengan pesan lanjutan yang semakin mengarah pada intimidasi personal.
“selesaikan itu audit sampai kelar, dan betul betul clear jangan kau coba main2
sa bisa tau lokasimu sekarang alamat rumahmu, dan data2mu sa pegang
ingat kau jangan kau main2, ini urusan besar”
Tak berhenti di situ, peneror juga mengirimkan foto Project Officer Pemira UI (Nur Ihsan), disusul pesan bernada ancaman lanjutan.
“kau ingat yahh jangan main2, kau jujur dan adil awas aja kau BOT PM”
“ohh kau main2 yahh nuri”
“okee klw itu pilihanmu”
2. Teror WhatsApp yang Diterima Fatimah
Ancaman kemudian meningkat dan turut menyasar keselamatan Wakil Ketua BEM UI 2026, Fatimah Azzahra.
“Lo jangan macem macem semudah ini gua akan hilangkan nyawa lo”
“Gua bisa culik lo segera”
“LO AKAN TERIMA AKIBATNYA”
“NYAWA LO SUDAH SEDIKIT”
“Lo mending mundur sekarang”
“Apa gua eksekusi”
“MENDING LO MUNDUR”
Paket Mencurigakan dan Ancaman Fisik
Selain teror digital, Ketua BEM UI Athof juga menerima kiriman paket cash on delivery (COD) mencurigakan.
Paket tersebut dikirim menggunakan plastik hitam dan berisi topeng dengan nilai tagihan berkisar antara Rp600 ribu hingga Rp1,8 juta.
Sementara itu, Nur Ihsan menerima pesan ancaman langsung yang menyinggung hasil Pemira UI.
“Nur Ihsan…. Ko kasi menang paslon 03 ato ko Terima!!!”
Rangkaian teror ini menimbulkan kekhawatiran luas di lingkungan kampus Universitas Indonesia.
Hingga kini, identitas pelaku belum terungkap dan kasus tersebut masih menjadi perhatian serius berbagai pihak.
