sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Diskon tiket pesawat Lebaran 2026 dipastikan tidak akan membebani maskapai penerbangan. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan potongan harga yang diberikan menjelang arus mudik berasal dari stimulus dan intensif pemerintah, bukan dari pengurangan pendapatan perusahaan penerbangan.

Menhub juga memastikan kebijakan tersebut merupakan bagian dari investasi negara untuk menjaga keterjangkauan tarif tanpa mengganggu oprasional maskapai.

“Kebijakan itu adalah kebijakan pemerintah. Kita tidak mengganggu airlines. Jadi pemerintah memberikan keringanan pajak, kemudian juga biaya untuk handling di airport, PJP4U (Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara), dan juga avtur. Jadi itu semua stimulus yang diberikan oleh pemerintah, bukan oleh airlines,” kata Dudy dikutip pada Kamis, (26/2/2026).

Besaran Potongan dan Evaluasi Tahun Sebelumnya

Program penurunan tarif pada periode mudik tahun ini merupakan kelanjutan dari skema serupa yang diterapkan sebelumnya. Pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun lalu yang dinilai berjalan lancar.

“Kalau treatment (mudik) kurang lebih sama seperti tahun kemarin. Karena kita merujuk dari tahun kemarin yang berjalan lancar dan kita harapkan menjadi lebih baik,” katanya.

Ia juga mengatakan, jika ada beberapa kebijakan dari tahun sebelumnya  telah diperbaiki, seperti stimulus tiket tahun sebelumnya sekitar 14 persen dan saat ini menjadi sampai 18 persen.

“Ada beberapa kebijakan yang dari tahun kemarin diperbaiki, seperti stimulus tiket pesawat udara yang tahun kemarin hanya sampai sekitar 14 persen, sekarang menjadi sampai 18 persen,” tambah Dudy.

Potongan harga untuk penerbangan domestik kelas ekonomi ditetapkan hingga 18 persen dengan periode perjalanan 14–29 Maret 2026.

Kebijakan tersebut masuk dalam paket stimulus ekonomi guna mendorong mobilitas masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

Target Jutaan Penumpang

Pemerintah menargetkan kebijakan ini dapat menjangkau sekitar 3,3 juta penumpang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa program serupa terbukti meningkatkan pergerakan masyarakat serta aktivitas pariwisata.

Selain angkutan udara, insentif juga diberikan pada moda transportasi lain. PT Kereta Api Indonesia menetapkan potongan tarif 30 persen untuk perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang.

PT Pelni memberikan potongan 30 persen untuk angkutan laut pada 11 Maret hingga 5 April 2026. Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry menggratiskan jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026.

Total anggaran stimulus transportasi yang dialokasikan mencapai Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.

Di luar kebijakan insentif, pemerintah memastikan pengawasan layanan tetap diperkuat selama arus mudik guna menjamin keselamatan serta kenyamanan masyarakat.

“Pengawasan tetap kita lakukan, apalagi pada saat nanti mudik,” ujar Dudy.