Doa dan Amalam Ziarah ke Makam Anak Sebelum Puasa Ramadhan agar Hati Lebih Tenang
HAIJAKARTA.ID – Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak orang tua yang menyempatkan diri untuk berziarah ke makam anak tercinta. Kerinduan, doa, dan harapan agar mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT menjadi alasan utama.
Lalu, bagaimana sebenarnya doa dan amalam ziarah ke makam anak sebelum puasa Ramadhan menurut ajaran Islam?
Ziarah kubur memang dianjurkan sebagai pengingat kematian dan akhirat, namun tetap harus sesuai tuntunan syariat.
Sahabat mulia Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Artinya: “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizhalimi.” (HR. Abu Daud, no. 1536. Dan ahli hadits Syaikh Al Albani menghukuminya sebagai hadits hasan).
Doa dan Amalam Ziarah ke Makam Anak Sebelum Puasa Ramadhan
Berikut ini dan amalan ziarah ke makam anak sebelum puasa yang bisa di lakukan diantaranya:
Di antara doa terbaik orang tua untuk anaknya
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Walladzīna yaqūlūna rabbanā hab lanā min الأزواجنا wa dhurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.
Artinya: “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74),
Doanya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء
Rabbi ij‘alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min dhurriyyatī rabbanā wa taqabbal du‘ā’.
Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)
اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ
Ij‘al hādzal balada āminan wajnubnī wa baniyya an na‘budal-aṣnām.
Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim: 35)
Doa Ziarah Kubur untuk Anak
Adapun jika yang dimaksud adalah doa ziarah kubur anak dari seorang muslim, maka doanya juga umum, sehingga doa ini berlaku juga untuk orang dewasa.
Pernah suatu saat, ibunda ummul mukminin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bertanya kepada Nabi perihal doa ketika ziarah kubur, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan doa berikut;
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
As-salāmu ‘alaikum ahlad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn.Yarhamullāhul-mustaqdimīna minnā wal-musta’khirīn.Wa innā in syāallāhu bikum lalāḥiqūn. Asalullāha lanā wa lakumul-‘āfiyah.
Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami in sya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Ahmad, no. 25855, Muslim, no. 975, dan yang lainnya).
Amalan Ziarah ke Makam Anak
Berikut ini merupakan beberapa amalan ziarah ke makam anak yang dapat diamalkan diantaranya:
1. Mengucapkan Salam Saat Sampai di Makam
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika ziarah kubur sebagaimana diriwayatkan dalam hadits sahih (HR. Muslim):
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
As-salāmu ‘alaikum ahlad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn. Yarhamullāhul-mustaqdimīna minnā wal-musta’khirīn. Wa innā in syāallāhu bikum lalāḥiqūn. Asalullāha lanā wa lakumul-‘āfiyah.
Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan orang-orang beriman dan muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului kami dan yang akan datang kemudian. Dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian.”
Doa ini bersifat umum dan berlaku untuk seluruh muslim yang telah wafat, termasuk anak.
2. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr: 10:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
Rabbanā ighfir lanā wa li-ikhwāninalladzīna sabaqūnā bil-īmān.
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman.”
Orang tua dapat menambahkan doa khusus untuk anak, seperti:
- Memohon ampunan dosa
- Memohon kelapangan dan cahaya kubur
- Memohon rahmat dan tempat terbaik di surga
Doa yang tulus dari orang tua adalah bentuk cinta yang terus mengalir, bahkan setelah kematian.
3. Membaca Al-Qur’an
Mayoritas ulama (jumhur) membolehkan menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur’an kepada orang yang telah wafat. Beberapa bacaan yang umum dibaca saat ziarah antara lain:
- Surah Al-Fatihah
- Surah Yasin
- Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
- Tiga Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas)
Yang paling utama adalah niat tulus menghadiahkan pahala bacaan tersebut kepada anak yang telah wafat.
4. Bersedekah Atas Nama Anak
Sedekah termasuk amalan yang pahalanya dapat sampai kepada orang yang telah wafat. Rasulullah ﷺ pernah membenarkan sedekah atas nama orang yang meninggal (HR. Bukhari dan Muslim). Bentuknya bisa berupa:
- Memberi makan fakir miskin
- Donasi pembangunan masjid
- Membantu pendidikan anak yatim
Ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
5. Mengingat Akhirat dan Muhasabah Diri
Rasulullah ﷺ bersabda: “Berziarahlah ke kubur, karena ia mengingatkan kalian kepada akhirat.”(HR. Muslim)
Ziarah bukan hanya untuk mendoakan yang telah wafat, tetapi juga menjadi pengingat bagi orang tua agar semakin mendekatkan diri kepada Allah dan mempersiapkan bekal akhirat.
Makna Spiritual Ziarah Sebelum Ramadhan
Ziarah ke makam anak sebelum Ramadhan bukan kewajiban, tetapi boleh dilakukan sebagai bentuk doa dan pengingat akhirat. Ramadhan adalah bulan ampunan. Mendoakan anak yang telah lebih dahulu wafat di momen ini menjadi bentuk kasih sayang yang tidak terputus.
Sebagaimana hadis Rasulullah ﷺ:
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)
