sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Dua perusahaan transportasi online terbesar di Indonesia, yakni Grab Indonesia dan Go To Gojek Tokopedia kompak mengehentikan program langganan akses layanan “Hemat” bagi para mitra pengemudi ojek online (ojol).

Kebijakan ini diumumkan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan pada Selasa, (19/5/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap arahan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan para mitra driver di tengah dinamika industri transportasi digital.

Grab dan Gojek Kompak Hentikan Program Hemat Driver Ojol

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, mengatakan perusahaan resmi menutup Program Langganan Akses Hemat bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike).

“Grab Indonesia mengumumkan akan menutup Program Akses Hemat bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike),” kata CEO grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangannya pada Rabu, (20/5/2026).

Sementara itu, Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyatakan pihaknya juga resmi menghentikan skema langganan GoRide Hemat.

Sebelumnya, program tersebut merupakan sistem berbayar yang mengharuskan mitra driver berlangganan agar mendapatkan akses pada struktur pendapatan atau tarif berbeda dari pesanan reguler.

“Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi,” ungkap Hans dalam konferensi pers di Kantor Go To pada Selasa, (19/5/2026).

Hans Menjelaskan, skema langganan GoRide Hemat sebelumnya diuji coba secara terbatas sejak November 2025 dan mulai diterapkan secara nasional pada Februari 2026.

Grab dan Gojek Pastikan Layanan Hemat Tetap Ada untuk Konsumen

Meski program langganan bagi driver dihentikan, baik Grab maupun Gojek memastikan layanan perjalanan hemat untuk konsumen tetap tersedia.

Neneng mengatakan layanan GrabBike Hemat masih dapat digunakan masyarakat dengan penyesuaian biaya perjalanan yang dilakukan secara terukur.

“Grab Indonesia menegaskan bahwa layanan GrabBike Hemat untuk konsumen akan tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang dilakukan secara terukur, dengan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” kata dia.

Grab juga memastiikan tarif layanan reguler GrabBike Standard hingga kini tidak mengalami kenaikan harga.

Di sisi lain, Gojek menyebut akan ada penyesuaian tarif GoRide Hemat di tingkat konsumen. Namun, Hans memastikan penyesuaian dilakukan secara terbatas demi menjaga keterjangkauan layanan.

Potongan Komisi Kini Turun Jadi 8 Persen

Seiring penghentian program langganan tersebut, Gojek juga akan menerapkan potongan atau komisi aplikasi sebesar 8 persen per perjalanan, turun dari sebelumnya yang sempat mencapai 20 persen.

Penurunan komisi itu disebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden dan pemerintah terkait kesejahteraan mitra pengemudi.

Sementara itu, Neneng juga menyebutkan bahwa penutupan program tersebut merupakan bagian dari penyesuaian perusahaan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem layanan antara pengemudi dan konsumen.

“Kami menilai diperlukan penyesuaian yang lebih baik lagi. Penutupan program langganan ini juga dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutab bagi seluruh pihak,” kata Neneng.

Grab Klaim Tetap Prioritaskan Kesejahteraan Mitra Driver

Grab Indonesia menegaskan kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Neneng mengatakan pihaknya akan terus menjaga pendapatan mitra melalui sejumlah program kesejahteraan yang telah berjalan.

Program tersebut di antaranya Bonus Hari Raya (BHR), fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dengan Grab menanggung iuran bagi mitra berprestasi, hingga asuransi kecelakaan tambahan.

Selain itu, Grab juga memiliki program beasiswa GrabScholar bagi anak mitra pengemudi, program Umrah bagi mitra inspiratif, GrabAcademy, GrabBenefits, dan kanal darurat GERCEP (Grab Respon Cepat).

“Selain itu, Grab Indonesia akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike) nantinya akan berjalan dengan lancar,” kata Neneng.

Sementara itu, Gojek menyatakan masih menunggu detail penerapan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 sebelum mengimplementasikan penghapusan skema langganan dan potongan 8 persen secara penuh di lapangan.