Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Harga minyak goreng di Jakarta naik tipis, hal ini tentu menjadi perhatian publik!

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak goreng menunjukkan kecenderungan meningkat secara perlahan, baik untuk jenis curah maupun kemasan premium.

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa kebijakan harga untuk minyak goreng rakyat tetap dikendalikan agar tidak membebani masyarakat.

Pemerintah Tegaskan HET Minyakita Tidak Naik

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat merek Minyakita.

Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap meningkatnya biaya produksi, khususnya dari sektor kemasan plastik yang mengalami tekanan harga.

Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Kebijakan ini juga bertujuan agar daya beli masyarakat tidak terganggu di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Tren Kenaikan Harga Minyak Goreng Curah

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga minyak goreng curah mengalami kenaikan tipis dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Tercatat, harga naik sekitar 0,45% dari Rp19.385 menjadi Rp19.473 per kilogram pada periode 14 hingga 21 April 2026.

Jika dilihat dalam skala bulanan, kenaikan harga ini lebih terasa. Dibandingkan bulan Maret 2026, harga minyak curah pada April meningkat sebesar 2,96%, dari Rp18.913 menjadi Rp19.473 per kilogram.

Kenaikan ini mencerminkan adanya tekanan biaya pada rantai distribusi dan produksi.

Harga Minyakita Cenderung Stabil Meski Fluktuatif

Sementara itu, harga Minyakita secara nasional terpantau relatif stabil, bahkan mengalami sedikit penurunan sebesar 0,42%, dari Rp15.980 menjadi Rp15.942 per liter dalam periode yang sama.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya perbedaan antara harga acuan dan harga jual di pasar.

Di beberapa titik distribusi, harga Minyakita masih dijual di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Hal ini dipengaruhi oleh faktor tambahan seperti biaya transportasi dan distribusi ke tingkat pengecer.

Kondisi Harga di Pasar Tradisional

Pantauan langsung di Pasar Pondok Labu menunjukkan bahwa harga minyak goreng masih relatif stabil meskipun ada kecenderungan naik.

Para pedagang mengaku belum melakukan penyesuaian harga secara signifikan.

Untuk Minyakita, harga jual di pasar berkisar antara Rp21.000 hingga Rp22.000 untuk kemasan 2 liter. Sementara itu, minyak goreng curah dijual sekitar Rp21.000 per kilogram.

Pedagang menyebutkan bahwa harga tersebut sudah mempertimbangkan biaya distribusi dan operasional.

Salah satu pedagang sembako setempat mengungkapkan bahwa mereka masih berupaya menjaga harga agar tetap terjangkau, meskipun ada tekanan dari sisi pasokan dan biaya logistik.

Harga Minyak Goreng Kemasan Premium

Di sisi lain, minyak goreng kemasan premium mengalami kenaikan harga yang lebih terasa.

Produk dalam kemasan jeriken dilaporkan dijual hingga Rp330.000, tergantung merek dan ukuran.

Beberapa merek ternama seperti Bimoli bahkan telah dijual hingga Rp45.000 per kemasan tertentu.

Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian harga di segmen pasar menengah ke atas yang tidak terikat langsung oleh HET.

Harga di Ritel Modern dan Supermarket

Pantauan di ritel modern di kawasan Cilandak juga menunjukkan variasi harga yang cukup signifikan. Minyak goreng merek Sunco ukuran 2 liter dijual sekitar Rp49.000, sementara Tropical ukuran 1 liter dibanderol sekitar Rp25.500.

Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh kualitas produk, jenis kemasan, serta segmentasi pasar yang dituju oleh masing-masing merek.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Kenaikan harga minyak goreng secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Biaya bahan baku yang mengalami fluktuasi di pasar global
  • Kenaikan harga kemasan plastik sebagai komponen penting dalam produksi
  • Distribusi dan logistik, terutama ke wilayah perkotaan dengan tingkat konsumsi tinggi
  • Permintaan pasar yang cenderung meningkat menjelang momen tertentu

Faktor-faktor ini saling berkaitan dan berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.

Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi minyak goreng di berbagai daerah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tidak mengalami lonjakan yang signifikan.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat sistem distribusi serta menekan biaya logistik agar harga di tingkat konsumen bisa tetap terjangkau.

Pengawasan terhadap pelaku usaha juga ditingkatkan untuk mencegah adanya praktik penimbunan atau spekulasi harga.

Secara keseluruhan, harga minyak goreng di Jakarta saat ini masih dalam kondisi relatif terkendali meskipun mengalami kenaikan tipis.

Kebijakan pemerintah yang mempertahankan HET untuk Minyakita menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga di tengah tekanan biaya produksi.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, sementara pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan pokok tetap доступ dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.