sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Curah hujan tinggi memicu kenaikan muka air di berbagai pos pantau hingga menyebabkan banjir di puluhan rukun tetangga (RT) dan beberapa ruas jalan.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tercatat sebanyak 80 RT dan 3 ruas jalan masih terendam hingga Selasa (5/5/2026) siang.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan menyampaikan kondisi terkini banjir di ibu kota.

“Saat ini tercatat ada 80 RT serta tiga ruas jalan yang masih terendam air. Tinggi genangan bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter,” ujarnya.Hujan Deras Guyur Jakarta, 80 RT dan 3 Jalan Tergenang Air hingga Siang ini

Dampak Hujan Deras Guyur Jakarta

Fenomena hujan deras guyur Jakarta tidak hanya menyebabkan genangan, tetapi juga memicu luapan sejumlah aliran sungai atau kali.

Beberapa di antaranya adalah Kali Krukut, Kali Grogol, Kali Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan Kali Ciliwung.

Yohan menjelaskan bahwa tingginya curah hujan menjadi faktor utama meningkatnya debit air di wilayah tersebut.

“Genangan ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai meluapnya sejumlah kali di Jakarta,” tuturnya.

Sebaran Wilayah Terdampak Banjir di Jakarta

Dampak hujan deras guyur Jakarta paling besar dirasakan di wilayah Jakarta Selatan dengan total 42 RT terdampak.

Rinciannya, Kelurahan Petogogan menjadi wilayah paling parah dengan 37 RT, disusul Kelurahan Bintaro sebanyak 5 RT.

Sementara itu, Jakarta Barat mencatat 19 RT terdampak yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Joglo, dan Kembangan Selatan.

Di Jakarta Timur, sebanyak 19 RT juga mengalami genangan, meliputi wilayah Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, hingga Cililitan.

Tiga Ruas Jalan Ikut Tergenang

Selain permukiman warga, dampak hujan deras guyur Jakarta juga merendam tiga ruas jalan di Jakarta Barat.

Jalan Puri Kembangan, Jalan Kembangan Raya, dan Jalan Strategi Raya dilaporkan tergenang dengan ketinggian air antara 15 hingga 50 sentimeter.

Kondisi ini menyebabkan gangguan lalu lintas dan aktivitas warga di sekitar lokasi.

Akibat banjir yang dipicu oleh hujan deras guyur Jakarta, sejumlah warga terpaksa mengungsi.

Di Kelurahan Kedoya Selatan, sebanyak 12 kepala keluarga atau 46 jiwa mengungsi di musholla kantor kelurahan setempat.

Meski demikian, beberapa wilayah dilaporkan sudah mulai surut. Puluhan RT di sejumlah kelurahan seperti Kedaung Kaliangke, Pela Mampang, Pejaten Timur, hingga Balekambang kini telah terbebas dari genangan.

BPBD DKI Jakarta terus mengerahkan personel untuk menangani banjir di lapangan.

“Petugas terus dikerahkan untuk memantau kondisi genangan dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar penanganan bisa dipercepat. Kami menargetkan genangan segera surut,” kata Yohan.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan segera menghubungi layanan darurat 112 jika membutuhkan bantuan,” tambahnya.