Imbas KA Ciremai Anjlok di Bandung Barat, 7 Perjalanan Kereta Dibatalkan
HAIJAKARTA.ID – Insiden imbas KA Ciremai anjlok di Bandung Barat berdampak luas terhadap operasional perjalanan kereta api di wilayah Jawa Barat.
Lokomotif kereta api tersebut dilaporkan keluar dari rel di petak Maswati-Sasaksaat, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (1/4/2026).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.53 WIB dan hingga malam hari proses evakuasi masih terus berlangsung.
Kronologi KA Ciremai Anjlok di Bandung Barat
Lokomotif KA Ciremai yang melayani rute Semarang Tawang-Bandung mengalami anjlok di jalur rel.
Meski demikian, rangkaian gerbong telah lebih dulu dipindahkan ke Stasiun Rende untuk menghindari gangguan lanjutan.
Hingga pukul 20.30 WIB, lokomotif masih belum berhasil dievakuasi sepenuhnya.
Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, menjelaskan bahwa kejadian ini berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api.
Ia menyebut beberapa layanan yang terdampak antara lain KA Parahyangan, KA Papandayan, hingga Commuter Line.
“Peristiwa ini berpengaruh pada sejumlah perjalanan kereta, sehingga ada KA Parahyangan yang kami hentikan operasinya, kemudian KA Papandayan, serta Commuter Line. Secara keseluruhan, sementara terdapat tujuh perjalanan yang dibatalkan, baik total maupun sebagian,” ujarnya.
Penumpang Bisa Ajukan Refund 100 Persen
PT KAI memberikan opsi kepada penumpang yang terdampak untuk melakukan pembatalan tiket atau menjadwal ulang perjalanan.
“Kami memberikan kesempatan kepada pelanggan yang ingin membatalkan tiket, dan akan kami kembalikan dana secara penuh. Selain itu, bagi penumpang yang tertahan di perjalanan, kami siapkan moda transportasi pengganti,” kata Kuswardoyo.
Kebijakan ini diambil untuk meminimalisir dampak kerugian bagi pengguna jasa kereta api.
Proses evakuasi lokomotif masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Namun, upaya tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor cuaca dan kondisi tanah yang labil.
“Untuk saat ini, tim masih berupaya melakukan evakuasi lokomotif yang anjlok. Kendala utama berasal dari hujan, kondisi tanah yang tidak stabil, serta adanya potensi longsor susulan,” jelasnya.
Pihak KAI juga belum dapat memastikan kapan proses evakuasi akan selesai.
“Belum bisa dipastikan kapan selesai, namun kami berupaya secepat mungkin. Harapannya sebelum tengah malam evakuasi sudah rampung,” tambahnya.

