Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pemerintah resmi merilis jadwal perjalanan haji 2026 yang mencakup seluruh tahapan mulai dari keberangkatan, puncak ibadah, hingga kepulangan jemaah ke Tanah Air.

Informasi ini menjadi acuan penting bagi calon jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M.

Di tengah persiapan tersebut, pemerintah juga memastikan berbagai kebijakan strategis agar pelaksanaan haji berjalan lancar dan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Jadwal Perjalanan Haji 2026

Berikut rangkaian resmi jadwal perjalanan haji 2026:

  • 21 April 2026 – Jemaah masuk asrama haji
  • 22 April – 6 Mei 2026 – Pemberangkatan Gelombang 1 ke Madinah
  • 1 – 15 Mei 2026 – Keberangkatan lanjutan Gelombang 1
  • 7 – 21 Mei 2026 – Pemberangkatan Gelombang 2 ke Jeddah
  • 21 Mei 2026 – Penutupan keberangkatan jemaah
  • 26 Mei 2026 – Wukuf di Arafah (puncak haji)
  • 27 Mei 2026 – Iduladha 1447 H
  • 27 – 29 Mei 2026 – Hari Tasyrik
  • 1 – 15 Juni 2026 – Pemulangan Gelombang 1
  • 7 – 30 Juni 2026 – Pemulangan Gelombang 2
  • 16 Juni – 1 Juli 2026 – Kedatangan akhir jemaah di Indonesia

Jadwal perjalanan haji 2026 ini disusun untuk memastikan kelancaran arus keberangkatan dan kepulangan jemaah secara bertahap.

Jemaah Tidak Dibebani

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan, mengungkapkan adanya kenaikan biaya penerbangan haji 2026.

“Total biaya penerbangan haji meningkat dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 8,46 triliun atau naik Rp 1,77 triliun,” ujar Mochamad Irfan.

Kenaikan tersebut dipicu oleh lonjakan harga avtur global serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

Namun, pemerintah memastikan tambahan biaya ini tidak akan dibebankan kepada jemaah.

“Alhamdulillah Presiden telah menegaskan lonjakan biaya ini tidak dibebankan kepada jemaah,” kata Mochamad Irfan.

Pemerintah saat ini masih mendalami aspek hukum terkait tambahan pembiayaan tersebut.

“Masih kami dalami bersama Kejaksaan Agung terkait status dan legalitas sumber pembiayaan,” ujar Mochamad Irfan.

Ia berharap DPR RI dapat menyetujui tambahan anggaran guna mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Antrean Haji Dipangkas Jadi 26 Tahun

Presiden Prabowo Subianto turut memberikan kabar baik terkait antrean haji.

“Alhamdulillah saya dapat laporan antrean haji sekarang tidak lagi 48 tahun, mulai 2026 paling lama 26 tahun,” ujar Prabowo Subianto.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus berupaya memangkas waktu tunggu agar jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama.

Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta

Meski biaya operasional meningkat, pemerintah justru menurunkan biaya haji untuk masyarakat.

“Kami memastikan biaya haji tahun 2026 diturunkan sekitar Rp 2 juta, meskipun harga avtur naik,” kata Prabowo Subianto.

Langkah ini diambil untuk menjaga keterjangkauan bagi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai inovasi, termasuk pembangunan Kampung Haji di Makkah.

“Untuk pertama kalinya Indonesia memiliki lahan 45 hektare di Makkah yang akan dibangun kawasan haji,” ujar Prabowo Subianto.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengusulkan pembangunan terminal khusus haji.

Ia menambahkan, “Kami sudah mengajukan izin agar Indonesia memiliki terminal khusus haji untuk mempercepat proses masuk dan keluar jemaah,” tutur Prabowo Subianto.