Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Ziarah kubur sering dilakukan umat Muslim, terutama menjelang Ramadhan, Idul Fitri, atau saat mendoakan keluarga yang telah wafat.

Tapi, ziarah kubur bukan sekadar datang dan menabur bunga. Ada hal wajib yang harus dilakukan saat ziarah kubur agar niat tetap lurus dan ibadah tidak melenceng dari tuntunan Islam.

Sayangnya, di momen tertentu, tradisi dan kebiasaan sering bercampur dengan ibadah. Karena itu, penting memahami apa saja kewajiban utama dalam ziarah kubur.

Hal Wajib yang Harus Dilakukan Saat Ziarah Kubur

Ada beberapa hal yang perlu di lakukan dan diketahui pasa saat melakukan ziarah kubur, diantaranya sebagai berikut:

1. Meluruskan Niat karena Allah SWT

Ziarah kubur wajib di niatkan untuk:

  • Mengingat kematian dan akhirat
  • Mendoakan ahli kubur
  • Mengambil pelajaran kehidupan

Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ

Artinya: “Aku dahulu melarang kalian ziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur dapat mengingatkan kepada akhirat.” (HR. Muslim)

Hadist Ini menjadi dasar bahwa niat adalah hal utama dan wajib dijaga.

2. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

Memberi salam adalah adab penting sekaligus bentuk penghormatan. Jangan langsung berdoa tanpa salam.

Salam yang diajarkan Rasulullah ﷺ:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ

As-salāmu ‘alaikum ahlad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn.

Artinya: “Salam sejahtera atas kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslim.”

3. Mendoakan Ahli Kubur

Doa adalah inti ziarah kubur. Bukan meminta kepada penghuni kubur, tapi memohonkan ampunan kepada Allah untuk mereka.
Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ

Wal-lażīna jā`ū min ba‘dihim yaqūlūna rabbanāghfir lanā wa li-ikhwāninallażīna sabaqūnā bil-īmān.

Artinya: “Dan orang-orang yang datang setelah mereka berkata: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman.’” (QS. Al-Hasyr: 10)

4. Menjaga Adab dan Kesopanan di Area Makam

Hal wajib yang sering dilupakan:

  • Tidak duduk atau menginjak kuburan
  • Tidak bercanda atau berisik
  • Berpakaian sopan
  • Menjaga sikap khusyuk

Rasulullah ﷺ bersabda: “Duduk di atas bara api hingga membakar pakaian lebih baik daripada duduk di atas kuburan.” (HR. Muslim)

5. Menghindari Perbuatan yang Mengarah pada Syirik

Wajib hukumnya menjauhi:

  • Meminta kepada penghuni kubur
  • Menganggap kuburan punya kekuatan tertentu
  • Ritual tanpa dasar syariat

Allah SWT berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

Wa annal-masājida lillāhi fa lā tad‘ū ma‘allāhi aḥadā.

Artinya: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu menyembah atau berdoa kepada siapa pun selain Allah.” (QS. Al-Jinn: 18)

Ayat ini menjadi penegasan bahwa doa dan permohonan hanya ditujukan kepada Allah SWT, termasuk saat berziarah kubur.

Tips Ziarah Kubur agar Lebih Bermakna dan Tidak Keliru

Berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat dilakukan agar melakukan ziarah kubur lebih bermakna, diantaranya:

1. Datang dalam keadaan tenang, bukan terburu-buru, karena ziarah kubur bukan sekadar formalitas. Usahakan datang dengan hati yang tenang agar tujuan utamanya mengingat akhirat dan berdoa benar-benar terasa.

2. Perbanyak doa dengan bahasa yang dipahami, selain doa-doa yang diajarkan, berdoa dengan bahasa sendiri juga diperbolehkan. Yang penting isinya tetap doa kepada Allah, bukan permintaan kepada penghuni kubur.

3. Tidak perlu lama-lama, yang penting khusyuk, melakukan ziarah kubur tidak diukur dari lamanya waktu, tapi dari kualitas doa dan kekhusyukan hati. Sebentar tapi fokus lebih baik daripada lama tapi lalai.

4. Hindari perdebatan soal tradisi di area makam, jika menemukan perbedaan kebiasaan, sebaiknya tidak saling menyalahkan di tempat ziarah. Fokus jaga niat dan adab agar pahala tidak hilang karena emosi.

5. Jadikan ziarah sebagai momen evaluasi diri, menggunakan waktu ziarah untuk merenungi kehidupan dengan amal apa yang sudah disiapkan, dosa apa yang perlu diperbaiki, dan bekal apa yang ingin dibawa menuju akhirat.