Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kapan puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H? Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh, umat Islam dianjurkan untuk tetap menjaga semangat ibadah melalui amalan sunnah.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan adalah puasa Ayyamul Bidh.

Puasa ini dikenal sebagai salah satu ibadah sunnah rutin yang bisa dilakukan setiap bulan.

Lantas, kapan pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh di bulan Syawal 1447 Hijriah? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dikerjakan selama tiga hari di setiap pertengahan bulan Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15.

Secara bahasa, istilah Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”. Penamaan ini bukan tanpa alasan.

Pada tanggal-tanggal tersebut, kondisi bulan sedang berada pada fase terang sempurna (purnama), sehingga malam hari tampak lebih bercahaya dibandingkan hari-hari lainnya.

Dalam ajaran Islam, puasa ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena mudah dilakukan secara rutin setiap bulan, serta memiliki nilai pahala yang sangat besar.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H

Berdasarkan kalender Hijriah tahun 1447 H yang telah dikonversi ke kalender Masehi, puasa Ayyamul Bidh di bulan Syawal bertepatan dengan:

  • Kamis, 2 April 2026 (13 Syawal 1447 H)
  • Jumat, 3 April 2026 (14 Syawal 1447 H)
  • Sabtu, 4 April 2026 (15 Syawal 1447 H)

Pelaksanaan puasa ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Namun demikian, jika seseorang tidak mampu melaksanakan semuanya, tetap diperbolehkan menjalankan sebagian hari sesuai kemampuan.

Dalil dan Anjuran Rasulullah SAW

Anjuran untuk melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW memberikan wasiat penting agar umatnya tidak meninggalkan tiga amalan utama.

Beliau bersabda bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki keutamaan luar biasa, karena setiap satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.

Dengan demikian, puasa tiga hari setiap bulan seakan-akan setara dengan puasa sepanjang tahun.

Selain puasa Ayyamul Bidh, Rasulullah SAW juga menganjurkan dua amalan lainnya, yaitu:

  • Melaksanakan salat Dhuha
  • Menutup hari dengan salat witir sebelum tidur

Ketiga amalan ini menjadi bentuk ibadah ringan, tetapi memiliki dampak pahala yang sangat besar jika dilakukan secara konsisten.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar ibadah sunnah biasa, melainkan memiliki berbagai keutamaan yang bisa dirasakan, baik dari sisi spiritual maupun kedisiplinan diri. Beberapa keutamaannya antara lain:

1. Pahala seperti puasa sepanjang tahun

Karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, maka puasa tiga hari setiap bulan setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

2. Melatih konsistensi ibadah (istiqamah)

Puasa ini dilakukan secara rutin setiap bulan, sehingga membantu menjaga kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.

3. Menjadi amalan ringan namun bernilai besar

Dibandingkan puasa wajib atau puasa sunnah lainnya, Ayyamul Bidh relatif ringan, tetapi pahalanya sangat besar.

4. Menyempurnakan ibadah setelah Ramadan

Puasa ini bisa menjadi pelengkap dan penguat ibadah setelah bulan Ramadan berakhir.

Momentum Syawal: Saat Tepat Menjaga Konsistensi Ibadah

Bulan Syawal sering dianggap sebagai momen “ujian” setelah Ramadan. Apakah seseorang mampu mempertahankan semangat ibadah atau justru kembali ke kebiasaan lama.

Selain puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Ayyamul Bidh juga bisa menjadi alternatif bagi umat Islam untuk tetap menjaga rutinitas ibadah.

Bahkan, banyak ulama menyarankan agar amalan sunnah seperti ini dijadikan kebiasaan bulanan.

Dengan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di bulan Syawal, umat Islam dapat menunjukkan komitmen dalam menjaga kualitas ibadah, sekaligus memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H jatuh pada tanggal 2 hingga 4 April 2026.

Amalan ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan setara dengan puasa sepanjang tahun jika dilakukan secara rutin.

Oleh karena itu, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk terus meningkatkan ibadah setelah Ramadan, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan amalan sunnah yang penuh berkah.