Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kebakaran kios di Tolikara Papua menghanguskan sedikitnya 100 bangunan milik warga dan pedagang di wilayah Giling Batu hingga kawasan Kogome, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (28/1/2026) dan diduga dipicu korsleting listrik dari sebuah kios warga.

Bangunan yang terbakar terdiri atas kios sembako, toko bangunan, rumah makan, kos-kosan, hingga rumah tinggal warga.

Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain karena kondisi angin yang cukup kencang di lokasi kejadian.

Kebakaran Kios di Tolikara

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa skala kebakaran kios di Tolikara Papua cukup besar dan berdampak luas terhadap aktivitas warga setempat.

Ia menyebutkan sekitar 100 unit bangunan tidak terselamatkan dalam insiden tersebut.

“Kurang lebih ada seratus bangunan milik warga dan pedagang yang terdampak kebakaran ini,” ujar Cahyo kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

Menurut Cahyo, keterbatasan sarana pemadam kebakaran menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman.

Api cepat meluas karena kondisi cuaca serta rapatnya bangunan di kawasan tersebut.

“Api menyebar dengan cepat akibat tiupan angin yang cukup kencang, sementara fasilitas pemadam kebakaran di wilayah itu sangat terbatas sehingga penanganan tidak bisa maksimal,” jelasnya.

Pemadaman Dibantu TNI-Polri dan Warga

Proses pemadaman kebakaran kios di Tolikara Papua dilakukan dengan peralatan seadanya.

Warga bersama aparat TNI dan Polri menggunakan selang air dan mesin genset untuk mengendalikan api.

Sejumlah kendaraan roda empat dan roda enam dikerahkan untuk mengangkut peralatan pemadam ke lokasi.

“Upaya pemadaman dilakukan menggunakan selang air dan mesin pompa berbasis genset yang dibawa menggunakan kendaraan milik TNI-Polri serta masyarakat,” kata Cahyo.

Selain itu, satu unit ekskavator turut diturunkan untuk memutus jalur rambatan api dengan merobohkan bangunan di sekitar titik kebakaran.

“Alat berat dikerahkan untuk membongkar bangunan di sekitar sumber api agar kebakaran tidak meluas ke area lain,” tambahnya.

Kapolres Tolikara, Kompol Roberth Hitipeuw, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran kios di Tolikara Papua tersebut.

Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 22 miliar.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 22 miliar,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi di lokasi kebakaran kini telah terkendali dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Polisi masih melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak, meski proses tersebut terkendala karena sebagian pemilik kios dan rumah telah mengungsi.

“Kami masih melakukan pendataan bangunan yang terbakar, namun sejumlah pemilik saat ini berada di rumah kerabat,” kata Roberth.

Penyebab Kebakaran Kios di Tolikara, Papua

Hasil penyelidikan awal mengungkap kebakaran kios di Tolikara Papua diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik yang berasal dari lantai dua rumah kios milik warga bernama Suprapto.

KBO Reskrim Polres Tolikara, Ipda Chiliper FM Wally, menyampaikan bahwa temuan awal didukung keterangan saksi dan barang bukti di lokasi kejadian.

“Dari pemeriksaan awal, api diduga bersumber dari arus pendek listrik di lantai dua rumah kios milik Suprapto,” ungkap Chiliper.

Polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa kabel listrik tembaga sepanjang sekitar empat meter, tabung gas, pengait meteran listrik, tiga unit stabilizer, serta lembaran atap seng yang terbakar.

Api pertama kali muncul dari lantai dua kios tersebut sebelum merambat ke bangunan di kiri dan kanan hingga meluas ke Jalan Kogome.

“Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan sekitar hingga mengakibatkan ratusan rumah kios ludes terbakar,” jelasnya.

Saat ini, polisi masih memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik, khususnya pada bangunan lama, guna mencegah kebakaran serupa terulang kembali.