Kebakaran Rumah Bedeng di Tanjung Duren Jakbar Pagi Ini, Diduga Akibat Korsleting Listrik
HAIJAKARTA.ID – Kebakaran rumah Bedeng di Tanjung Duren Jakbar terjadi pada Senin (5/1/2026) pagi, dan menghanguskan bangunan bedeng yang berada di kawasan padat penduduk.
Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan terjadi di Jalan Alpukat 3 RT 001 RW 002, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Informasi kebakaran diterima oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat sekitar pukul 06.40 WIB.
Berdasarkan keterangan petugas, api pertama kali diketahui oleh seorang pekerja bangunan yang terbangun karena merasakan hawa panas di sekitar bedeng tempatnya berada.
Saat terbangun, pekerja tersebut melihat api sudah menyala dan langsung menyelamatkan diri.
“Ia melihat api sudah menyala lalu segera keluar dan berteriak memanggil security. Kemudian security menghubungi damkar terdekat untuk segera ditindaklanjuti,” kata Kasiops Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Anwar, Senin (5/1/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi kejadian.
13 Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dengan 65 personel diterjunkan untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan agar tidak terjadi kebakaran susulan.
Kebakaran rumah Bedeng di Tanjung Duren Jakut ini mengakibatkan bangunan seluas kurang lebih 120 meter persegi hangus terbakar.
Proses pemadaman berlangsung cukup intens mengingat lokasi bedeng berada di area permukiman yang berdekatan dengan bangunan lain.
Kebakaran Diduga Adanya Korsleting Listrik
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga oleh adanya korsleting pada listrik.
Meski api sempat membesar, petugas berhasil mengendalikan situasi sehingga kebakaran tidak meluas ke rumah warga di sekitar lokasi.
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, petugas juga memastikan area sudah aman sebelum meninggalkan lokasi.
Pihak Gulkarmat mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik tidak standar, terutama di kawasan permukiman padat dan bangunan semi permanen seperti bedeng.
