Kemendikdasmen Bakal Kembalikan Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA Mulai Tahun Ajaran 2027/2028!


HAIJAKARTA.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana memberlakukan kembali sistem penjurusan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kebijakan tersebut akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2027/2028 dengan menghadirkan tiga kelompok peminatan, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.
Ia menjelaskan bahwa pengembalian sistem penjurusan merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat kemampuan akademik siswa sejak masih berada di bangku SMA.
Menurut Abdul Mu'ti, sistem penjurusan diharapkan dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman materi yang lebih mendalam sesuai dengan bidang keilmuan yang diminati.
Dengan begitu, siswa memiliki bekal akademik yang lebih kuat ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Salah satu alasan yang menjadi perhatian Kemendikdasmen adalah kondisi penguasaan pengetahuan dasar atau foundational knowledge mahasiswa baru yang dinilai belum memenuhi harapan.
Persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat kualitas pembelajaran pada jenjang pendidikan menengah, khususnya SMA.
Abdul Mu'ti berharap, melalui penerapan kembali penjurusan, para siswa dapat memiliki dasar pengetahuan yang lebih terarah sehingga mampu mengikuti pembelajaran di perguruan tinggi sesuai dengan bidang studi yang dipilih.
Meski tiga jurusan utama yang akan dihadirkan kembali adalah IPA, IPS, dan Bahasa, Kemendikdasmen masih mempertimbangkan sejumlah penyesuaian terhadap sistem penjurusan tersebut.
Abdul Mu'ti menyebut, rancangan kebijakan akan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan pendidikan pada masa mendatang.
Artinya, sistem penjurusan yang diterapkan nantinya tidak menutup kemungkinan mengalami pengembangan maupun modifikasi tertentu agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Pemerintah juga perlu mempertimbangkan kesiapan siswa dalam menentukan arah pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA.
Dengan adanya penjurusan, peserta didik diharapkan mempunyai kesempatan untuk mendalami mata pelajaran sesuai dengan minat, kemampuan, serta rencana pendidikan yang ingin ditempuh.
Selain mengembalikan sistem penjurusan, Kemendikdasmen juga mulai memperkuat pemetaan kemampuan akademik siswa melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Tes tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mengetahui kemampuan peserta didik melalui mata pelajaran wajib maupun pilihan.
Mata pelajaran pilihan dalam TKA dapat disesuaikan dengan orientasi pendidikan siswa ketika hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Dengan demikian, siswa memiliki gambaran mengenai bidang keilmuan yang ingin ditekuni sejak masih berada di jenjang pendidikan menengah.
Abdul Mu'ti juga menjelaskan bahwa hasil TKA mulai dimanfaatkan sebagai salah satu aspek pertimbangan dalam proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur non-tes.
Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran di SMA dengan kebutuhan akademik di perguruan tinggi.
Pengembalian jurusan IPA, IPS, dan Bahasa menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan menengah di Indonesia.
Melalui kebijakan ini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara umum, tetapi juga mempunyai kesempatan untuk memperdalam bidang studi yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan pendidikan masing-masing.
Kendati demikian, penerapan sistem penjurusan tersebut masih memerlukan persiapan, termasuk penyusunan mekanisme pelaksanaan dan penyesuaian kurikulum agar dapat berjalan efektif di sekolah.
Kemendikdasmen menargetkan kebijakan ini mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2027/2028.
Dengan demikian, sekolah nantinya perlu mempersiapkan kebutuhan pembelajaran agar penerapan kembali penjurusan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Rencana tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi siswa, orang tua, dan tenaga pendidik karena berpotensi membawa perubahan dalam sistem pembelajaran di jenjang SMA pada tahun mendatang.
Rangkuman AI sedang dibuat…