Keutamaan Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan: Pahala Berlipat dan Ampunan Dosa!
HAIJAKARTA.ID- Mau tahu keutamaan sholat tarawih di Bulan Ramadhan? Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadahnya.
Salah satu amalan yang menjadi ciri khas Ramadhan adalah sholat tarawih, yakni sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari setelah sholat Isya.
Sholat tarawih merupakan bagian dari ibadah qiyamul lail yang secara khusus dianjurkan pada bulan Ramadhan.
Ibadah ini tidak hanya menjadi pelengkap puasa di siang hari, tetapi juga menjadi momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pengertian Sholat Tarawih
Secara bahasa, kata “tarawih” berasal dari kata tarwīhah yang berarti istirahat. Istilah ini merujuk pada kebiasaan para sahabat yang beristirahat sejenak setiap selesai empat rakaat.
Ada pula ulama yang menyebut kata tersebut berasal dari murāwahah yang berarti dilakukan secara berulang-ulang.
Dalam praktiknya, sholat tarawih dilaksanakan pada malam pertama Ramadhan yang ditandai dengan terlihatnya hilal. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh.
Sholat ini termasuk ibadah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Rasulullah SAW sendiri mencontohkan pelaksanaan qiyam Ramadhan ini, meskipun tidak dilakukan secara rutin berjamaah sepanjang bulan, karena beliau khawatir akan diwajibkan kepada umatnya.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Mayoritas ulama menyebutkan bahwa jumlah rakaat sholat tarawih yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah delapan rakaat ditambah tiga rakaat witir, sehingga total menjadi sebelas rakaat.
Namun, dalam praktik di berbagai wilayah, terdapat pula pendapat yang membolehkan pelaksanaan 20 rakaat tarawih ditambah tiga rakaat witir (23 rakaat).
Pendapat ini merujuk pada praktik yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA.
Dengan demikian, perbedaan jumlah rakaat merupakan bagian dari khazanah fiqih yang tetap sah dan memiliki landasan masing-masing.
Dalil tentang Sholat Tarawih
Anjuran sholat tarawih memiliki dasar hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnad-nya:
إِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ فَرَضَ اللَّهُ صِيَامَهُ، وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ، فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Artinya:
“Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah mewajibkan puasanya, dan aku menyunnahkan qiyamnya bagi kaum muslimin. Maka barang siapa berpuasa dan melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya ia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Ahmad)
Selain itu, hadis serupa juga diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj yang menegaskan bahwa siapa pun yang melaksanakan qiyam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Dalil-dalil tersebut menjadi penguat bahwa sholat tarawih bukan sekadar tradisi Ramadhan, melainkan ibadah yang memiliki dasar syar’i yang kuat dalam ajaran Islam.
Keutamaan Sholat Tarawih
1. Menghapus Dosa-Dosa yang Telah Lalu
Salah satu keutamaan utama sholat tarawih adalah pengampunan dosa. Seseorang yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
2. Pahala yang Dilipatgandakan
Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh berkah. Setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, termasuk sholat sunnah seperti tarawih.
Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
3. Menenangkan Hati dan Jiwa
Suasana malam Ramadhan yang khusyuk memberikan efek ketenangan batin. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, doa, dan dzikir selama tarawih mampu memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Tuhannya.
4. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Pelaksanaan tarawih secara berjamaah di masjid juga mempererat tali persaudaraan antarumat Islam. Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan dalam ibadah.
Sholat tarawih bukan hanya ibadah tambahan, melainkan sarana refleksi diri dan peningkatan kualitas iman.
Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, malam hari menjadi waktu yang tepat untuk bermunajat dan memohon ampunan.
Ramadhan menghadirkan suasana religius yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan setiap malamnya dengan memperbanyak ibadah, termasuk sholat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.
Ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial.
Dengan memahami dalil dan keutamaannya, diharapkan umat Islam semakin termotivasi untuk melaksanakan sholat tarawih dengan penuh kekhusyukan.
Mari jadikan Ramadhan sebagai ajang memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
