Komeng Soroti Pelaksanaan MBG: Programnya Bagus, tetapi Eksekusi Perlu Dibenahi!
HAIJAKARTA.ID- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Alfiansyah Bustami atau yang akrab disapa Komeng memberikan tanggapan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Komeng menilai secara konsep, MBG merupakan program yang baik dan layak untuk terus didukung. Namun, ia menyoroti persoalan yang menurutnya justru muncul dalam tahap pelaksanaan di lapangan.
Menurut Komeng, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh bagus atau tidaknya konsep yang dibuat, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas pihak-pihak yang menjalankannya.
“Sebenarnya semua program Presiden bagus, cuma yang kerjanya aja yang pada nggak bener,” ujar Komeng, sebagaimana diberitakan sejumlah media, Jumat (14/8/2026).
Komeng berharap persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat diperbaiki sehingga manfaat program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.
Berharap Kepemimpinan Sudaryono Membawa Perbaikan
Komeng juga menaruh harapan terhadap kepemimpinan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.
Sudaryono resmi dilantik Presiden Prabowo pada 22 Juli 2026 untuk memimpin BGN dan memperkuat pelaksanaan program MBG.
Komeng berharap pergantian kepemimpinan di BGN dapat menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG.
Ia menyampaikan harapan agar Sudaryono dapat menjalankan tugas dengan lebih baik dan memastikan program yang secara konsep dinilai bagus tersebut dapat diterapkan secara optimal.
Pernyataan Komeng sejalan dengan komitmen Sudaryono setelah dilantik. Kepala BGN tersebut menegaskan bahwa MBG tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah dan akan terus dijalankan.
Fokus BGN, menurut Sudaryono, salah satunya adalah memperbaiki tata kelola pelaksanaan program tanpa mengurangi komitmen terhadap penerima manfaat.
Sudaryono Janji Benahi Pelaksanaan MBG
Sejak ditunjuk sebagai Kepala BGN, Sudaryono menyatakan akan langsung bekerja untuk membenahi pelaksanaan MBG.
Setelah dilantik, ia bahkan langsung menuju kantor BGN dan menyatakan akan segera melakukan rapat serta pembenahan program.
Langkah pembenahan juga terlihat dari pengawasan langsung ke sejumlah lokasi pelaksanaan MBG.
Dalam inspeksi mendadak di SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Sudaryono menegaskan bahwa dapur penyedia makanan MBG yang tidak memenuhi standar akan diminta melakukan perbaikan.
Jika tidak mampu memenuhi ketentuan setelah diberikan kesempatan memperbaiki, dapur tersebut dapat ditutup.
Selain persoalan standar pelaksanaan, BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono juga berencana memperkuat sisi edukasi.
Penerima manfaat, khususnya siswa, tidak hanya diberikan makanan bergizi, tetapi juga akan mendapatkan pemahaman mengenai kandungan gizi dan pentingnya pola makan sehat.
MBG dan Kopdes Dinilai Punya Konsep Positif
Selain MBG, Komeng juga menilai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai program yang memiliki tujuan positif.
Menurutnya, sejumlah program prioritas pemerintah sebenarnya memiliki gagasan yang baik.
Persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana program tersebut dikelola dan dijalankan agar tidak menimbulkan masalah di lapangan.
Pandangan tersebut membuat kritik Komeng lebih diarahkan pada pelaksanaan program, bukan pada keberadaan program MBG itu sendiri.
Tantangan Pemerintah: Memastikan Program Berjalan Sesuai Tujuan
Program MBG merupakan salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo yang ditujukan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
Pemerintah juga menempatkan program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Karena cakupannya luas, kualitas pelaksanaan menjadi salah satu faktor penting. Pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, standar kebersihan, distribusi, hingga pengawasan perlu berjalan secara konsisten agar tujuan program dapat tercapai.
Sudaryono sendiri telah menyatakan komitmen untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola BGN dalam menjalankan program MBG.
Dengan demikian, pernyataan Komeng dapat dibaca sebagai dorongan agar pemerintah tidak hanya mempertahankan program yang dinilai baik, tetapi juga memastikan seluruh pihak yang terlibat mampu menjalankannya secara profesional.
Bagi Komeng, persoalannya bukan pada gagasan MBG, melainkan bagaimana program tersebut dikerjakan. Kini, publik menanti pembenahan di bawah kepemimpinan Sudaryono agar MBG dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

