Kondisi Terkini Proyek TB Simatupang Usai 4 Pekerja Tewas: 4 Meninggal, 3 Sesak Nafas
HAIJAKARTA.ID – Kondisi terkini Proyek TB Simatupang di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan usai insiden kecelakaan kerja yang menewaskan empat pekerja.
Sehari setelah kejadian tersebut, aktivitas di lokasi proyek dilaporkan berhenti total.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (4/4/2026) menunjukkan tidak adanya kegiatan konstruksi maupun lalu lalang pekerja di area pembangunan gedung yang berada di Jalan TB Simatupang.
Suasana terlihat lengang, kontras dengan kondisi sebelumnya yang masih terdapat aktivitas meski tidak terlalu intens.
Kondisi Terkini Proyek TB Simatupang Terlihat Terbengkalai
Struktur bangunan setinggi delapan lantai tampak berdiri tanpa penyelesaian.
Kolom-kolom beton terbuka tanpa dinding penutup memperlihatkan proyek yang belum rampung.
Di bagian atas, jaring pengaman atau safety net berwarna biru masih terpasang, namun kondisinya terlihat kusam dan robek di beberapa sisi.
Hal ini memperkuat kesan bahwa proyek tersebut sudah tidak aktif dalam waktu dekat.
Area depan proyek ditutup rapat oleh pagar seng dan triplek. Permukaannya dipenuhi coretan grafiti serta karat, sehingga memberikan kesan kumuh di tengah kawasan komersial yang cukup padat.
Menarik perhatian, sebuah spanduk berwarna kuning bertuliskan “DIJUAL” terpasang di pagar proyek. Hal ini menandakan bahwa lahan dan bangunan tersebut tengah dipasarkan.
Tidak Ada Aktivitas, Hanya Penjaga di Lokasi
Di balik pagar, terlihat tumpukan material sisa dan rangka perancah (scaffolding) yang masih berdiri, namun tidak digunakan. Meski berada di jalur protokol yang ramai, kondisi terkini Proyek TB Simatupang justru tampak sepi.
Hanya sesekali terlihat seorang penjaga berjalan di dalam area proyek tanpa aktivitas berarti lainnya.
Warga sekitar juga mengonfirmasi bahwa aktivitas proyek langsung berhenti setelah insiden terjadi.
“Sejak kejadian kemarin, suasana langsung sunyi. Biasanya masih ada pekerja yang keluar masuk, sekarang tidak terlihat sama sekali,” ujar seorang pengemudi ojek pangkalan bernama Ipan (45).
Ia menambahkan bahwa sebelum insiden, proyek tersebut tetap berjalan meski tidak terlalu cepat.
Kronologi Insiden
Empat pekerja dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan aktivitas di proyek bangunan yang berlokasi di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/4/2026).
Seorang warga setempat, Muhamad Akip, awalnya menduga para korban tewas akibat terjatuh dari ketinggian. Namun, dugaan tersebut kemudian tidak terbukti.
“Awalnya saya mengira mereka jatuh dari atas, ternyata bukan itu penyebabnya,” ujar Akip.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara pada siang hari.
“Sekitar pukul 12.00 WIB, kami melakukan pemeriksaan di lokasi terkait penemuan korban meninggal di proyek bangunan bertingkat,” kata Nurma.
Berdasarkan keterangan saksi yang juga pekerja di proyek tersebut, insiden bermula saat sejumlah pekerja tengah menguras penampungan air bersih yang berada di area basement.
Saat proses pembongkaran penutup penampungan dilakukan, salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang.
Rekan-rekannya kemudian berusaha memberikan pertolongan tanpa menggunakan alat keselamatan, namun justru ikut terjatuh ke dalam lubang yang sama.
“Mandor kemudian meminta bantuan saksi untuk mengevakuasi korban yang berada di dalam penampungan air tersebut,” jelas Nurma.
Saat proses evakuasi berlangsung, saksi mengaku merasakan kondisi udara yang tidak normal di sekitar lokasi.
“Ketika hendak mengevakuasi, saksi merasakan suhu panas dan sesak napas di area penampungan,” ujarnya.
Dalam peristiwa tersebut, empat pekerja dinyatakan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam penampungan.
Sementara itu, tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas diduga akibat menghirup gas dari dalam tangki air saat proses evakuasi.
Ketiga korban yang mengalami gangguan pernapasan tersebut berinisial U (42), AJ (42), dan S (63). Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
