Kuota Haji 2026 Menurun Drastis, Begini Alasan dan Dampaknya
HAIJAKARTA.ID – Kabar mengenai kuota haji 2026 menurun menjadi perhatian publik, khususnya di Kota Cirebon.
Meski mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya, ratusan calon jemaah haji tetap bersiap untuk berangkat sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kuota Haji 2026 Menurun Drastis
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cirebon, Muhamad Ikbal Sugiana, menyampaikan bahwa total jemaah haji tahun ini mencapai 278 orang dari berbagai kategori.
Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri dari jemaah reguler, cadangan, mutasi masuk, hingga pembimbing.
“Total jemaah haji dari Kota Cirebon tahun ini mencapai 278 orang, yang terdiri dari 141 jemaah utama, 120 cadangan, sekitar 16 mutasi masuk, serta satu orang pembimbing,” ungkap Ikbal, Selasa (21/4/2026).
Penyebab Kuota Haji 2026 Menurun
Fenomena kuota haji 2026 menurun di Kota Cirebon cukup mencolok. Jika sebelumnya kuota mencapai sekitar 335 orang, kini jumlah tersebut turun drastis menjadi 182 orang.
Ikbal menuturkan bahwa penurunan ini berkaitan dengan perubahan sistem pengelolaan haji yang kini menggunakan mekanisme daftar tunggu nasional.
Ia menyebutkan bahwa sistem baru tersebut bertujuan menciptakan pemerataan masa tunggu antar daerah.
“Kuota tahun ini memang berkurang. Jika sebelumnya berada di kisaran 335 orang, sekarang hanya sekitar 182,” jelasnya.
Menurutnya, sistem waiting list nasional membuat proses keberangkatan menjadi lebih adil bagi seluruh calon jemaah di Indonesia.
“Sekarang penentuan keberangkatan didasarkan pada urutan antrean nasional agar lebih merata,” katanya.
Di tengah kondisi kuota haji 2026 menurun, profil jemaah tahun ini didominasi oleh kelompok usia lanjut. Bahkan, jemaah tertua tercatat berusia 81 tahun atas nama Ibu Salamah.
Ikbal mengungkapkan bahwa sebagian besar jemaah berusia di atas 60 tahun, meski tetap ada jemaah muda dalam rombongan.
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks haji, kategori lansia memiliki batas usia yang berbeda.
“Sebagian besar jemaah memang berusia di atas 60 tahun, dengan yang tertua mencapai 81 tahun,” ujarnya.
Meski demikian, terdapat pula jemaah berusia sekitar 20 hingga 30 tahun yang turut berangkat tahun ini.
Persiapan Keberangkatan Sudah Rampung
Seluruh calon jemaah disebut telah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan. Perlengkapan seperti buku manasik dan koper keberangkatan juga telah didistribusikan.
Ikbal memastikan bahwa jemaah kini tinggal menunggu waktu keberangkatan.
“Para jemaah saat ini sudah siap dan seluruh perlengkapan telah dibagikan, sehingga tinggal menunggu jadwal keberangkatan,” ucapnya.
Jemaah dijadwalkan masuk ke embarkasi di Indramayu pada 8 Mei 2026 pukul 16.00 WIB, sebelum diberangkatkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.
Ia menambahkan bahwa jadwal keberangkatan telah diatur secara rinci hingga waktu penerbangan.
“Jemaah akan masuk embarkasi pada sore hari, kemudian keesokan harinya menuju bandara dan dijadwalkan lepas landas pada sore hari,” jelasnya.

