sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- KUR Didorong jadi andalan pembiayaan UMKM, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya peran perbankan daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Ia secara khusus meminta Bank Jateng untuk mengutamakan penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat.

Menurut Luthfi, skema pembiayaan melalui KUR terbukti memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha kecil dan mikro.

Selain itu, akses permodalan yang mudah dengan bunga rendah dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri seminar bertema penguatan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Sunan Solo pada Jumat (17/4/2026).

Cegah Masyarakat Terjerat Pinjol Ilegal

Luthfi menekankan, kemudahan akses KUR juga menjadi langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari praktik pinjaman online ilegal yang kerap membebani dengan bunga tinggi.

“Penyaluran KUR harus benar-benar menyentuh ekonomi kerakyatan. Dengan bunga rendah dan akses yang mudah, masyarakat tidak perlu lagi mencari pinjaman ke rentenir atau pinjol ilegal,” tegasnya.

Ia menilai, keberadaan pinjaman informal yang tidak terkontrol dapat merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang membutuhkan modal cepat.

Peran BPD Harus Lebih Proaktif

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyoroti peran BPD yang tidak boleh hanya terbatas pada fungsi administratif.

Ia mendorong agar bank daerah lebih aktif dalam mendukung pembiayaan pembangunan serta mendorong investasi di daerah.

Menurutnya, ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah tidak lagi cukup untuk menopang pembangunan.

Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembiayaan serta kolaborasi lintas sektor.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi. Kita butuh super team untuk membangun daerah,” ujarnya.

Momentum Perkuat Peran Bank Daerah

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, menyebut bahwa berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat justru menjadi momentum bagi BPD untuk memperkuat perannya.

Ia menilai, kondisi tersebut membuka peluang bagi bank daerah untuk lebih aktif dalam mendukung pembiayaan pembangunan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dorongan Gubernur Ahmad Luthfi agar Bank Jateng memprioritaskan penyaluran KUR menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Selain membantu pelaku UMKM, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan praktik pinjaman ilegal serta mendorong peran aktif bank daerah dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.