KUR Mandiri 2026 Resmi Berlaku dengan Bunga 6 Persen, Dorong UMKM Naik Kelas!
HAIJAKARTA.ID- KUR Mandiri 2026 resmi kembali digulirkan oleh Bank Mandiri dengan skema pembiayaan berbunga ringan guna memperluas akses modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pada tahun ini, KUR Mandiri menetapkan suku bunga tetap sebesar 6 persen per tahun, dengan plafon pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp500 juta serta tenor cicilan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan usaha debitur.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional melalui sektor produktif rakyat.
Pemerintah Dorong KUR Sebagai Tulang Punggung Pembiayaan UMKM
Melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, pemerintah menegaskan bahwa KUR tetap menjadi instrumen utama pembiayaan usaha kecil karena memiliki risiko rendah dan berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.
Dalam berbagai laporan resmi, realisasi KUR secara nasional terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dari sisi nominal pembiayaan maupun jumlah debitur aktif.
OJK: KUR Mikro Masih Dominasi Penyaluran Nasional
Data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa mayoritas penyaluran KUR masih berada pada segmen mikro, yang menyasar pelaku usaha kecil di sektor pertanian, perdagangan, jasa, dan industri rumahan.
Di Sulawesi Selatan saja, total KUR telah mencapai Rp16,83 triliun hingga akhir 2025 dengan hampir 284 ribu penerima manfaat. Lebih dari 78 persen di antaranya berasal dari KUR Mikro.
BPS: Pertanian Jadi Penopang Utama Penyerapan KUR
Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di banyak wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.
Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sektor ini menjadikan KUR sebagai sumber modal penting untuk:
- pembelian bibit dan pupuk
- pengembangan lahan usaha
- modernisasi alat produksi
Hal inilah yang menjelaskan mengapa penyaluran KUR tertinggi masih terkonsentrasi di daerah berbasis agraris seperti Kabupaten Bone dan sekitarnya.
Kementerian Keuangan: KUR Jadi Instrumen Stabilitas Ekonomi Rakyat
Menurut laporan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, KUR berperan besar dalam menjaga daya beli masyarakat serta menopang ekonomi lokal saat tekanan global meningkat.
Skema bunga rendah dan subsidi pemerintah membuat pembiayaan tetap terjangkau, sekaligus menekan potensi kredit macet.
Skema KUR Mandiri 2026 yang Tersedia
Pelaku usaha dapat memilih beberapa jenis pembiayaan, di antaranya:
- KUR Super Mikro hingga Rp10 juta
- KUR Mikro Rp10 juta – Rp100 juta
- KUR Kecil Rp100 juta – Rp500 juta
- KUR Khusus dan PMI maksimal Rp100 juta
Setiap kategori disesuaikan dengan skala usaha dan kebutuhan modal produktif.
Syarat Umum Pengajuan
Beberapa persyaratan utama meliputi:
- KTP dan Kartu Keluarga
- Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat usaha
- NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta
- BPJS Ketenagakerjaan untuk plafon tertentu
- Dokumen tambahan berlaku khusus bagi Pekerja Migran Indonesia.
KUR 2026 Jadi Andalan UMKM Naik Kelas
Kombinasi bunga rendah, tenor fleksibel, serta dukungan subsidi pemerintah menjadikan KUR Mandiri 2026 sebagai salah satu pembiayaan paling kompetitif di sektor perbankan nasional.
Pemerintah menargetkan KUR tidak hanya sebagai modal bertahan, tetapi sebagai sarana UMKM untuk:
- memperluas usaha
- meningkatkan produktivitas
- membuka lapangan kerja baru
- memperkuat ekonomi daerah
