Lagu Parodi Bahlil Viral, Nama Bank hingga Dompet Digital Dipelesetkan Jadi Lirik Lucu!
HAIJAKARTA.ID- Lagu parodi bahlil viral di media sosial, kemunculan lagu parodi yang mengangkat nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mendadak menjadi perbincangan.
Lagu tersebut viral setelah beredar luas di platform TikTok karena memiliki lirik yang unik, nyeleneh, dan dianggap sangat menghibur oleh warganet.
Konten lagu ini menarik perhatian publik lantaran memelesetkan nama sejumlah bank nasional hingga layanan keuangan digital menjadi kalimat pujian bernada humor untuk Bahlil.
Kreativitas pembuat lagu membuat banyak pengguna internet tertawa sekaligus penasaran dengan lirik lengkap yang dinilai sangat absurd namun mudah melekat di ingatan.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa budaya parodi dan meme masih menjadi bagian kuat dari tren hiburan digital di Indonesia.
Dalam waktu singkat, lagu tersebut berhasil menyebar ke berbagai platform dan digunakan ulang oleh banyak kreator konten.
Nama Bank Besar Dipelesetkan Jadi Lirik Lucu
Hal yang paling menarik perhatian dari lagu viral tersebut adalah penggunaan nama sejumlah bank besar di Indonesia sebagai bahan plesetan lirik.
Nama-nama seperti BCA, BRI, BNI, hingga Mandiri disebut dalam lagu dengan makna yang diubah menjadi kalimat humor bernuansa pujian kepada Bahlil.
Tidak hanya bank konvensional, beberapa layanan pembayaran digital dan platform transaksi online juga ikut disebut dalam lagu tersebut.
Kombinasi lirik yang sederhana dengan irama yang ringan membuat lagu cepat viral dan mudah diingat oleh pengguna media sosial.
Warganet menilai lagu tersebut terasa spontan dan sangat khas humor internet Indonesia.
Banyak yang menganggap kreativitas semacam ini menunjukkan bagaimana netizen mampu mengolah topik politik maupun tokoh publik menjadi hiburan ringan yang dapat dinikmati banyak orang.
Lagu ini juga menunjukkan bagaimana istilah yang akrab di kehidupan sehari-hari, seperti nama bank dan aplikasi keuangan, dapat diubah menjadi materi komedi digital yang menghibur.
Viral di TikTok dan Ditonton Jutaan Kali
Video lagu parodi itu diketahui pertama kali diunggah oleh akun TikTok @mang_aplent pada Kamis, 28 Mei 2026.
Tak membutuhkan waktu lama, video tersebut langsung menyita perhatian publik dan masuk ke berbagai unggahan ulang di media sosial lain.
Dalam hitungan jam setelah diunggah, video itu dilaporkan telah meraih jutaan penayangan. Banyak pengguna TikTok ikut menggunakan potongan lagu tersebut sebagai backsound untuk video mereka.
Fenomena viral ini memperlihatkan betapa cepatnya sebuah konten sederhana dapat menyebar luas di era media sosial saat ini.
Dengan bantuan algoritma TikTok, lagu bernada humor dapat dengan cepat muncul di beranda jutaan pengguna dan menjadi tren nasional.
Tak sedikit pula pengguna internet yang kemudian membuat versi remix, cover, hingga editan video menggunakan lagu tersebut.
Hal itu membuat popularitas lagu semakin meningkat dan terus menjadi perbincangan.
Respons Warganet: Lucu, Absurd, tapi Bikin Ketagihan
Kolom komentar media sosial dipenuhi berbagai reaksi dari warganet yang mengaku terhibur dengan lagu tersebut.
Banyak yang mengatakan liriknya terlalu absurd namun justru membuat orang penasaran dan terus mengulang lagunya.
Sebagian pengguna media sosial bahkan menyebut lagu itu sebagai salah satu “sound TikTok paling random” yang muncul tahun ini.
Ada juga yang mengatakan lagu tersebut sangat cocok diputar saat nongkrong karena memiliki nada ringan dan mudah dihafal.
Fenomena lagu-lagu viral seperti ini memang sering terjadi di Indonesia. Konten dengan unsur humor sederhana justru kerap lebih mudah menarik perhatian publik dibandingkan konten yang dibuat terlalu serius.
Beberapa komentar netizen juga menyoroti kreativitas pembuat lagu dalam menyusun plesetan nama bank menjadi kalimat lucu yang tetap terdengar nyambung dengan irama lagu.
Budaya Meme dan Parodi Semakin Kuat di Era Digital
Kemunculan lagu pujian bernuansa parodi untuk Bahlil menjadi contoh bagaimana budaya meme digital berkembang sangat cepat di Indonesia.
Tokoh publik kini bukan hanya muncul dalam pemberitaan formal, tetapi juga menjadi bagian dari budaya hiburan internet.
Parodi musik, remix suara, hingga lagu plesetan menjadi format konten yang sangat populer karena mudah dibagikan dan cepat menarik perhatian.

