Lantai Dapur Ambles ke Sungai, Warga Bandung Ditemukan Tewas Setelah 4 Hari Pencarian
HAIJAKARTA.ID – Lantai dapur ambles ke sungai di Kabupaten Bandung berujung tragedi. Seorang warga yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat ambrolnya struktur rumah akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah empat hari pencarian oleh tim penyelamat gabungan.
Korban yang diketahui bernama Enok (43), warga Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung ditemukan pada Kamis (5/2/2026) pagi di Jembatan BBS, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, berjarak sekitar 12 kilometer dari lokasi awal kejadian di Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.
Korban Ditemukan di Jembatan Setelah 4 Hari Pencarian
Kepala Bidang Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung, Edo, menjelaskan bahwa pencarian hari keempat dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan penyisiran aliran sungai menggunakan perahu karet dari Jembatan Merah BBS Batujajar.
“Sekitar pukul 10.15 WIB, petugas melihat bagian kaki manusia di atas tumpukan sampah yang tersangkut di tiang jembatan. Setelah didekati dan diangkat, ditemukan jenazah utuh berjenis kelamin perempuan,” ujar Edo, pada Kamis (5/2/2026).
Pihak keluarga korban, termasuk sepupu korban, datang ke lokasi penemuan untuk melakukan proses identifikasi. Meski kondisi jenazah telah mengalami perubahan akibat terendam air, keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah korban yang selama ini dicari.
Arus Deras Sungai Jadi Kedala Utama Pencarian
Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Wahyudin, menyampaikan bahwa derasnya arus Sungai Cijagra menjadi faktor utama yang menyebabkan korban terbawa hingga ke wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Ia menjelaskan, insiden bermula saat lantai dapur rumah korban yang berada di bantaran sungai mendadak ambrol. Saat kejadian, diketahui korban tengah berjalan menuju kamar mandi.
“Posisi rumah berada di pinggir sungai. Fondasinya tergerus arus air, sementara struktur lantai tidak menggunakan penguat besi. Saat fondasi bawah terkikis, tanah di atasnya ikut jebol dan menciptakan lubang besar,” ucap Wahyudin.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Cilame untuk dimakamkan.
BPBD Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat yang tinggal di sempadan sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat debit air meningkat.
Warga diminta rutin memeriksa kondisi bangunan dan fondasi rumah guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
