sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Lebih dari 20 proyek pengendali banjir Jakarta dikebut selesai bertahap hingga tahun 2027!

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pengerjaan lebih dari 20 proyek pengendali banjir yang ditargetkan selesai secara bertahap hingga tahun 2027.

Proyek tersebut mencakup pembangunan pompa air, normalisasi sungai, peningkatan tanggul, embung, hingga perbaikan sistem drainase di berbagai wilayah ibu kota.

Langkah percepatan ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya intensitas hujan ekstrem yang beberapa tahun terakhir semakin sering terjadi di Jakarta akibat perubahan iklim.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin, mengatakan curah hujan di Jakarta kini kerap mencapai 150 hingga 250 milimeter.

Angka tersebut jauh melampaui kapasitas sebagian infrastruktur pengendali banjir yang saat ini rata-rata hanya mampu menampung debit hujan sekitar 100 hingga 150 milimeter.

“Dalam beberapa tahun terakhir, curah hujan ekstrem meningkat akibat perubahan iklim. Karena itu kapasitas pengendalian banjir harus terus diperkuat,” ujar Ika, Kamis (28/5/2026).

Fokus Penguatan Sistem Pompa Air

Salah satu fokus utama Pemprov DKI adalah memperbesar kapasitas rumah pompa dan membangun sistem pompa baru di sejumlah titik rawan genangan.

Terdapat 12 proyek pompa air yang sedang dikerjakan, di antaranya:

  • Pompa Bulak Cabe dengan kapasitas 24 meter kubik per detik
  • Pompa Pegangsaan Dua berkapasitas 9 meter kubik per detik
  • Pompa Cilincing KBN berkapasitas 16 meter kubik per detik

Selain itu, pembangunan dan peningkatan pompa juga dilakukan di sejumlah lokasi lain seperti Warung Jengkol, Kampung Sawah Rawa Terate, Kayu Putih Rawa Terate, Cempaka Putih, Cengkareng, Mangga Raya Greenville, hingga Daan Mogot.

Pemprov DKI juga berencana meningkatkan kapasitas Pompa Ancol dan Pompa IKIP guna memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan utara dan pusat Jakarta.

Normalisasi Kali dan Perbaikan Tanggul

Tidak hanya fokus pada pompa air, Dinas SDA DKI Jakarta juga melakukan pembangunan serta perbaikan sarana kali dan sungai di delapan titik strategis.

Beberapa lokasi yang masuk dalam proyek tersebut antara lain:

  • PHB Layar
  • Kali Cakung Lama
  • Kali Jatikramat
  • Kali Angke
  • Kali Pesanggrahan
  • Kali Grogol
  • Kali Cideng Atas
  • Kali Sodetan Sekretaris dan Waduk Tomang

Pekerjaan meliputi peningkatan tanggul, pengerukan sedimentasi, hingga penataan saluran air agar aliran sungai menjadi lebih lancar saat hujan deras mengguyur Jakarta.

Antisipasi Banjir di Tengah Cuaca Ekstrem

Pemprov DKI Jakarta menilai penguatan infrastruktur pengendali banjir menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya ancaman cuaca ekstrem.

Dengan percepatan puluhan proyek tersebut, pemerintah berharap risiko banjir dan genangan di berbagai wilayah Jakarta dapat ditekan, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Selain memperkuat infrastruktur fisik, Pemprov DKI juga terus melakukan evaluasi sistem drainase dan kesiapsiagaan pompa agar penanganan banjir dapat berjalan lebih optimal.