sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Polri mengungkap adanya pergeseran markas judi online dari sejumlah negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Myanmar, laos, hingga Vietnam ke Indonesia.

Temuan tersebut terungkap usai penggerebekan markas judi online di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas perjudian online jaringan internasional.

Sekretaris National Central Bureau (NCB) Hubinter Polri Brigjen, Untung Widyamoko mengatakan pergeseran aktivitas kejahatan digital ke Indonesia mulai terlihat setelah sejumlah negara di kawasan Indo-China melakukan penindakan besar-besaran terhadap praktik judi online dan penipuan daring.

“Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia sebagaimana yang saya sampaikan kemarin saat kami di Batam mengungkap hal yang sama bahwa pasca ditertibkannya pola-pola operasi daring baik itu scamming, yang terdiri atas love scam, investasi online termasuk perjudian online,” kata Untung.

Markas Judi Online Asia Tenggara Bergeser ke Indonesia

Untung menjelaskan, selama ini kawasan Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam dikenal sebagai basis operasi berbagai kejahatan digital lintas negara, mulai dari judi online hingga scam internasional.

“Sebagaimana diketahui pula bahwa daerah Indo-China khusunya Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam yang selama ini menjadi basis-basis dari perekrutan dan aktivitas tindak pidana daring yang sasaran korbannya transnasional, warga negara asing,” katanya.

Namun, setelah negara-negara tersebut mulai memperketat penindakan, jaringan kejahatan digital disebut mulai mencari lokasi baru, termasuk Indonesia.

“Setelah diterbitkan mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu tentunya sudah kami antisipasi dan kami prediksi. Sebagai yang kita ketahui sudah dilakukan berbagai upaya penangkapan dan pengungkapan mulai dari Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, Batam, Sukabumi dan Bogor,” lanjutnya.

321 WNA Diamankan di Markas Judol Hayam Wuruk

Dalam penggerebekan terbaru di Jakarta Barat, polisi menangkap sebanyak 321 WNA yang berada di dalam gedung markas judi online tersebut. Dari jumlah itu, 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dan hari ini 321 ada di Jakarta, ada di Hayam Wuruk. Jika rekan-rekan melihat, situasi tempat ini, situasi gedung ini memang dari luar sangat tidak diduga bahwa di dalamnya terdapat aktivitas tindak pidana dalam hal ini adalah gambling online,” kata Untung.

Menurutnya, ancaman jaringan judi online internasional tidak hanya menyasar masyarakat Indonesia, tetapi juga warga negara lain di berbagai negara.

“Dan fenomena ini menunjukkan bahwa ancaman tindak pidana transnasional yang dalam ini diungkap oleh Tidpidum Bareskrim Polri gambling online yang sasarannya tentu tidak hanya masyarakat Indonesia tetapi juga masyarakat di luar,” tuturnya.

Polri Gandeng Imigrasi Antisipasi Masuknya Pelaku Kejahatan Digital

Polri juga mengaku telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi guna mengantisipasi masuknya warga negara yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan judi online internasional.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bapak Dirjen Imigrasi bagaimana untuk negara-negara yang kita indikasikan sebagai subject of interest atau SOI, dapat kita antisipasi. Terutama negara yang sudah disebutkan Pak Dirtipiddum tadi, di mana warga dari negara tersebut diindikasikan memiliki jejak digital untuk melakukan kejahatan transnational crime secara digital,” ujarnya.

Untung juga menyebut sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat operasi judi online dan scam di Asia Tenggara.

“Rekan-rekan tahu Sihanoukville, Mae Sot, Poipet, rekan-rekan tahu Myawaddy, rekan-rekan tahu Bavet, rekan-rekan tahu poipet, di sanalah tempat server-server yang tadinya berada dan sekarang ditertibkan dan mulai digeser ke wilayah Indonesia,” pungkasnya.