Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Mega Cash Line Bank Mega jadi produk yang semakin diminati karena menawarkan fleksibilitas penarikan dana sesuai kebutuhan.

Salah satu layanan yang banyak digunakan adalah Mega Cash Line dari Bank Mega.

Meski praktis, nasabah perlu memahami cara perhitungan bunga agar penggunaan fasilitas ini tetap terkendali dan tidak menimbulkan beban keuangan berlebih.

Mega Cash Line memberikan kemudahan bagi nasabah untuk menarik dana tunai dari limit kredit yang tersedia.

Dalam penerapannya, Bank Mega menyediakan dua skema utama perhitungan bunga, yaitu cicilan tetap bulanan dan bunga harian (revolving).

Masing-masing skema memiliki karakteristik serta konsekuensi pembayaran yang berbeda.

Skema Cicilan Tetap Mega Cash Line Bank Mega

Pada skema cicilan tetap, Bank Mega menetapkan bunga sebesar 1,68 persen per bulan. Besaran cicilan dihitung dari jumlah pinjaman pokok yang dibagi sesuai tenor, kemudian ditambahkan bunga bulanan dari total pinjaman tersebut.

Sebagai ilustrasi, pinjaman Rp10 juta dengan tenor 12 bulan akan menghasilkan cicilan sekitar Rp1 juta per bulan.

Jika nasabah memilih tenor yang lebih panjang, seperti 18, 24, hingga 36 bulan, nominal cicilan per bulan akan menjadi lebih ringan, namun total bunga yang dibayarkan akan meningkat seiring lamanya tenor.

Skema cicilan tetap ini dinilai cocok bagi nasabah yang menginginkan kepastian jumlah cicilan setiap bulan, sehingga lebih mudah dalam mengatur anggaran keuangan jangka menengah hingga panjang.

Skema Bunga Harian (Revolving)

Selain cicilan tetap, Mega Cash Line juga menerapkan sistem bunga harian sebesar 0,10 persen per hari, atau setara dengan 36,5 persen per tahun.

Pada skema ini, bunga dihitung berdasarkan jumlah dana yang ditarik serta lamanya dana digunakan sejak tanggal penarikan.

Dalam mekanisme bunga harian, terdapat beberapa opsi pembayaran, antara lain:

  • Pembayaran minimum saat jatuh tempo,
  • Pelunasan penuh tepat di tanggal jatuh tempo, dan
  • Pelunasan penuh setelah jatuh tempo.

Jika nasabah hanya melakukan pembayaran minimum, maka sisa tagihan akan tetap dikenakan bunga harian hingga periode penagihan berikutnya.

Hal ini membuat total kewajiban pembayaran bisa bertambah apabila pelunasan tidak segera dilakukan.

Dampak Keterlambatan Pembayaran

Bank Mega juga memberlakukan biaya tambahan apabila pembayaran dilakukan setelah tanggal jatuh tempo.

Biaya tersebut dihitung berdasarkan jumlah hari keterlambatan dan sisa tagihan yang belum dilunasi.

Oleh karena itu, nasabah disarankan untuk memperhatikan tanggal cetak tagihan dan tanggal jatuh tempo agar tidak terkena bunga dan denda tambahan.

Pentingnya Memahami Ilustrasi Perhitungan

Pihak Bank Mega menegaskan bahwa ilustrasi perhitungan bunga Mega Cash Line disediakan sebagai sarana edukasi bagi nasabah.

Dengan memahami simulasi tersebut, nasabah diharapkan dapat memilih skema pembayaran yang paling sesuai dengan kondisi finansial masing-masing serta menggunakan fasilitas kredit secara bijak.

Mega Cash Line dapat menjadi solusi dana cepat jika dimanfaatkan dengan perencanaan yang matang dan disiplin dalam pembayaran.

Pemahaman terhadap skema bunga menjadi kunci agar manfaat yang diperoleh sebanding dengan kewajiban yang harus dipenuhi.