Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Satuan Lalu Lintas Polres Bogor mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, mulai Kamis (14/5/2026) selama libur panjang Kenaikan Isa Al-Masih.

Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah antisipasi lonjakan volume kendaraan wisata yang diprediksi meningkat signifikan menuju kawasan Puncak dalam beberapa hari kedepan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, Afif Widhi Ananto, mengatakan sebanyak 120 personel telah disiagakan untuk mengamankan arus lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan kepadatan kendaraan.

“Personel kami tempatkan di titik-titik trouble spot seperti Pasir Muncang, Megamendung, dan Cisarua,” kata Afif.

Polisi Prediksi Arus Wisata Membludak Pada Jumat dan Sabtu

Afif menjelaskan penerapan one way dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan volume kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan wisata Puncak.

Sementara itu, rekayasa lalu lintas satu arah dari Puncak menuju Jakarta diperkirakan akan diberlakukan mulai siang hari untuk mengakomodasi arus balik wisatawan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar merencanakan perjalanan sejak pagi hari untuk memanfaatkan rekayasa lalu lintas satu arah menuju puncak.

“untuk one way dari arah Puncak menuju Jakarta kemungkinan kami berlakukan sekitar pukul 12.00 ke atas,” katanya.

Satlantas Polres Bogor memprediksi lonjakan kendaraan menuju Puncak akan mulai terasa pada Jumat (15/5/2026) dan Sabtu (16/5/2026), sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, (17/5/2026).

Ia juga memastikan, jika kebijakan ganjil-genap belum diberlakukan selama periode libur panjang tersebut.

Kawasan Sentul Juga Jadi Fokus Pengamanan

Selain Jalur Puncak, pengamanan juga diperketat di kawasan wisata Sentul. Sebanyak 60 personel gabungan dari Polres dan Polsek disiagakan untuk mengatur lalu lintas di titik rawan, khususnya di Simpang Bellanova.

Di lokasi tersebut, petugas akan menutup sementara putaean balik kendaraan atau u-turn untuk mengurangi hambatan akibat perpotongan arus lalu lintas.

Tak hanya itu, polisi juga melibatkan sukarelawan pengatur lalu lintas atau supeltas untuk membantu pengendara di jalur alternatif menuju puncak.

“Masyarakat yang melintas di jalur alternatif bisa meminta bantuan meupun petunjuk arah kepada supeltas yang didampingi personel Polres Bogor,” jelas Afif.