Pelajar Meninggal Gegara Jalan Berlubang di Matraman, Gubernur DKI Tanggung Biaya RS hingga Pemakaman
HAIJAKARTA.ID – Kasus pelajar meninggal gegara jalan berlubang di Matraman menyita perhatian publik.
Seorang siswa SMK di Jakarta Timur dilaporkan tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Matraman Raya akibat kondisi jalan yang licin dan berlubang.
Pelajar Meninggal Gegara Jalan Berlubang di Matraman
Korban diketahui bernama Aldi Surya Putra, pelajar SMKN 34 Jakarta. Insiden tragis itu terjadi pada Jumat (6/2/2026) dan terekam kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hadir mendampingi keluarga korban.
“Semua biaya perawatan di rumah sakit akan ditanggung penuh oleh Pemprov DKI Jakarta. Kami juga sudah menyiapkan lokasi pemakaman di TPU Menteng Pulo,” ujar Pramono di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Pemprov DKI Pastikan Tanggung Jawab
Pramono menegaskan, korban langsung dievakuasi ke RS Polri usai kecelakaan dengan pendampingan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta Kepala Sekolah SMKN 34 Jakarta.
Berdasarkan rekaman CCTV, kecelakaan diduga terjadi karena jalan licin dan berlubang, ditambah kendaraan yang melaju cukup kencang.
Politikus PDI Perjuangan itu menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab membantu keluarga korban pelajar meninggal gegara jalan berlubang di Matraman.
Ia juga mengaku telah memerintahkan Dinas Bina Marga untuk segera melakukan perbaikan terhadap ruas-ruas jalan berlubang di Ibu Kota guna mencegah kejadian serupa.
“Saya sudah meminta Dinas Bina Marga menutup seluruh lubang jalan, walaupun sifatnya sementara,” ucap Pramono.
Selain itu, Pramono mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Ia menambahkan, intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir membuat langkah cepat harus segera diambil demi keselamatan pengguna jalan.
“Curah hujan belakangan ini masih tidak stabil dan terkadang cukup deras, sehingga penanganan cepat menjadi keharusan,” katanya.
Kasus pelajar meninggal gegara jalan berlubang di Matraman ini menjadi pengingat pentingnya perbaikan infrastruktur serta kehati-hatian pengendara, khususnya di musim hujan.
