Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Habiskan Anggaran Rp1,064 Triliun, Berikut Rinciannya!
HAIJAKARTA.ID- Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkapkan bahwa pelaksanaan pendidikan bela negara bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih membutuhkan anggaran sebesar Rp1,064 triliun.
Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai pelatihan terhadap 35.476 peserta yang akan mengikuti program pendidikan selama 45 hari.
Besarnya anggaran ini menjadi sorotan publik karena nilai yang mencapai lebih dari satu triliun rupiah.
Menanggapi hal tersebut, Kemhan menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan pembelajaran, tetapi juga mencakup seluruh kebutuhan operasional pelatihan, mulai dari akomodasi, konsumsi, perlengkapan, hingga dukungan logistik bagi puluhan ribu peserta.
Anggaran Rata-Rata Rp30 Juta per Peserta
Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa apabila dibagi dengan jumlah peserta, maka biaya pelatihan rata-rata mencapai sekitar Rp30 juta untuk setiap peserta.
Menurut Wisnu, angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh kebutuhan penyelenggaraan pendidikan selama 45 hari.
Oleh karena itu, biaya tersebut tidak dapat dipandang hanya sebagai biaya pelatihan di ruang kelas, melainkan mencakup berbagai aspek yang mendukung kelancaran program.
“Jadi itu digunakan untuk banyak hal,” ujar Wisnu saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Digunakan untuk Operasional hingga Logistik
Kemhan menjelaskan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan selama pendidikan berlangsung.
Di antaranya meliputi penyediaan tempat tinggal peserta, konsumsi harian, perlengkapan pelatihan, bahan ajar, transportasi, layanan kesehatan, honor tenaga pengajar, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.
Selain itu, pelaksanaan pendidikan juga memerlukan dukungan fasilitas pelatihan, peralatan, administrasi, serta pengelolaan kegiatan yang melibatkan puluhan ribu peserta secara bersamaan.
Seluruh komponen tersebut menjadi bagian dari total anggaran yang telah disiapkan pemerintah.
Bagian dari Program Koperasi Desa Merah Putih
Pelatihan bela negara ini merupakan salah satu tahapan dalam mendukung program Koperasi Desa Merah Putih, yang menjadi program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi yang profesional.
Melalui pelatihan tersebut, para calon manajer diharapkan memiliki kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, disiplin, integritas, serta wawasan kebangsaan sebelum ditempatkan di berbagai daerah.
Pemerintah menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar koperasi desa mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Anggaran Jadi Sorotan Publik
Besarnya nilai anggaran yang mencapai lebih dari Rp1 triliun memicu perhatian masyarakat dan berbagai kalangan.
Sejumlah pengamat menilai penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar perlu diimbangi dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang ketat agar seluruh dana benar-benar dimanfaatkan secara efektif.
Publik juga berharap hasil pelatihan tersebut dapat melahirkan manajer koperasi yang kompeten sehingga investasi anggaran negara memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi desa.
Pemerintah Pastikan Sesuai Mekanisme
Kemhan menegaskan bahwa penyusunan dan penggunaan anggaran dilakukan sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan negara.
Seluruh proses pelaksanaan program akan mengikuti mekanisme pengawasan dan evaluasi yang berlaku sehingga penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah berharap program pendidikan bela negara bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dapat menghasilkan sumber daya manusia yang siap menjalankan tugas serta mampu mendukung keberhasilan program koperasi desa di seluruh Indonesia.
