Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pembongkaran bangunan untuk flyover Bulak Kapal Bekasi resmi dimulai di kawasan Bekasi Timur, Kamis (26/2/2026).

Penertiban dilakukan Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang ditargetkan mengurai kemacetan di titik padat tersebut.

Dinas Tata Ruang Kota Bekasi menurunkan tim penertiban terhadap bangunan yang lahannya telah dibebaskan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Pagi ini kami dari tim penertiban yang melanggar perizinan di Kota Bekasi ikut melakukan penertiban sekarang kepada lahan atau bangunan yang sudah dibebaskan oleh pemerintah yaitu Kementerian Pekerjaan Umum untuk kegiatan pembangunan flyover,” kata Kepala Seksi Insentif Disinsentif dan Pembongkaran Bangunan Distaru Bekasi, Tarmuji, Kamis (26/2/2026)

Sembilan Bangunan Masuk Tahap Penertiban

Tarmuji menjelaskan total terdapat sembilan bangunan di lokasi tersebut, terdiri atas empat milik perseorangan dan lima lainnya berdiri di atas lahan Jasa Marga.

Pada tahap awal, tiga bangunan milik warga yang kompensasinya telah dibayarkan dibongkar lebih dulu. Sementara satu bangunan di atas tanah Jasa Marga telah melakukan pembongkaran mandiri sejak pekan lalu.

Lima bangunan lainnya akan menyusul sesuai progres pembebasan lahan. Ia menyebut panjang area yang ditertibkan di titik tersebut mencapai sekitar 150 meter. Mayoritas bangunan yang terdampak berfungsi sebagai tempat usaha.

“Variatif ada toko, ya kan, ada showroom, termasuk di belakang kita ini ada warteg yang sudah ditutup. Jadi kebanyakan untuk fungsi usaha,” terangnya.

Proyek Ditargetkan Urai Kemacetan

Proyek ini direncanakan membentang hingga Jalan Pahlawan dan melintasi perlintasan kereta api, yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan parah.

Pemerintah Kota Bekasi memastikan proses penertiban dilakukan bertahap mengikuti tahapan pembebasan lahan oleh kementerian terkait.

“Setelah dilakukan pembebasan, setelah dibayarkan baru kita (lanjutkan) lakukan pembongkaran,” pungkasnya.

Pembangunan jalur layang tersebut diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus memperlancar arus lalu lintas di kawasan Bulak Kapal dan sekitarnya.