Pemprov DKI Siapkan Skema LPDP Jakarta, Kampus dan Jurusan Akan Ditentukan Pemerintah Daerah
HAIJAKARTA.ID- Pemprov DKI siapkan skema LPDP Jakarta yang ditargertkan mulai berjalan dalam waktu dekat, paling cepat tahun 2027.
Program ini digarap melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, meskipun sumber pendanaan tetap berasal dari anggaran Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan LPDP pusat dilakukan karena proses administratif pengelolaan program beasiswa membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Dengan menggandeng LPDP, diharapkan implementasi program bisa lebih cepat dan terstruktur.
“Dana tetap dikelola oleh Pemprov DKI, namun untuk sistem dan pengelolaannya kami bekerja sama dengan LPDP pusat agar prosesnya lebih efisien,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta Timur, Selasa (5/5/2026).
Pemprov Tentukan Kampus dan Jurusan
Berbeda dengan skema LPDP nasional yang memberi kebebasan lebih luas kepada peserta, dalam program LPDP Jakarta ini pemerintah daerah akan memiliki peran besar dalam menentukan penerima, kampus tujuan, hingga jurusan yang diambil.
Menurut Pramono, langkah ini diambil agar program beasiswa benar-benar selaras dengan kebutuhan pembangunan Jakarta ke depan.
“Pemprov yang akan menentukan siswa penerima, universitas, serta jurusan yang dipilih, sehingga bisa sesuai dengan arah pembangunan daerah,” jelasnya.
Target Awal 100 Mahasiswa
Pada tahap awal, Pemprov DKI Jakarta berencana memberangkatkan sekitar 100 mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
Program ini juga akan memberikan perhatian khusus kepada kelompok tertentu, termasuk anak-anak Betawi sebagai bagian dari masyarakat asli Jakarta.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk afirmasi agar masyarakat lokal memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi berkualitas global.
Fokus pada SDM Unggul hingga S3
Program LPDP Jakarta dirancang untuk mendukung mahasiswa berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Fokus utamanya adalah mencetak sumber daya manusia unggul yang nantinya dapat berkontribusi bagi pembangunan ibu kota.
Selama ini, Pemprov DKI telah memiliki program bantuan pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Namun sebelumnya, kedua program tersebut hanya mencakup jenjang sarjana (S1).
Kini, cakupan pembiayaan telah diperluas hingga jenjang magister (S2) dan doktoral (S3). Meski demikian, untuk studi luar negeri, skema LPDP tetap menjadi jalur utama yang digunakan.
Masih Tahap Finalisasi
Saat ini, proses persiapan program LPDP Jakarta masih dalam tahap finalisasi. Sejumlah instansi di lingkungan Pemprov DKI seperti Bappeda, Dinas Pendidikan, serta Sekretariat Daerah tengah merampungkan kerja sama teknis dengan LPDP pusat.
Pemprov berharap program ini segera terealisasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya generasi muda Jakarta yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
Harapan ke Depan
Dengan hadirnya LPDP Jakarta, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan strategis.
Selain membuka akses pendidikan global, program ini juga diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap membangun Jakarta sebagai kota global di masa depan.
Program ini sekaligus menjadi langkah konkret Pemprov DKI dalam memperkuat investasi di sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

