Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi lulusan baru perguruan tinggi untuk mengikuti Program Magang Nasional (MagangHub) Batch II Tahun 2026.

Pendaftaran peserta berlangsung mulai 15 Juli hingga 28 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja generasi muda Indonesia.

Program Magang Nasional menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi para fresh graduate yang baru menyelesaikan pendidikan tinggi.

Melalui program ini, peserta akan memperoleh pengalaman kerja langsung di perusahaan maupun instansi pemerintah, sekaligus menerima uang saku yang besarannya disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai lokasi penempatan.

Target 150 Ribu Peserta Sepanjang 2026

Pemerintah menargetkan sebanyak 150 ribu peserta mengikuti Program Magang Nasional sepanjang tahun 2026.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 50 persen dibandingkan target tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu peserta.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan peningkatan kuota ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kerja dan pengalaman profesional sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.

Kuota tersebut dibagi menjadi tiga gelombang, dengan masing-masing batch menyediakan sekitar 50 ribu posisi magang.

Peserta Mendapat Uang Saku Setara UMP

Salah satu daya tarik Program Magang Nasional adalah pemberian uang saku setiap bulan yang nilainya mengikuti standar upah minimum di daerah tempat peserta menjalani magang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menjelaskan bahwa peserta berpotensi memperoleh uang saku sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, bergantung pada besaran UMP atau UMK di wilayah penempatan.

Seluruh pembiayaan program pada tahun 2026 masih sepenuhnya ditanggung pemerintah sehingga peserta tidak dikenakan biaya selama mengikuti kegiatan magang.

Jadwal Lengkap MagangHub Batch II 2026

Berikut tahapan pelaksanaan Program Magang Nasional Batch II:

  • Pendaftaran perusahaan, instansi pemerintah, dan lembaga negara: 29 Juni–15 Juli 2026.
  • Pendaftaran peserta: 15–28 Juli 2026.
  • Seleksi administrasi dan rekrutmen: 29 Juli–5 Agustus 2026.
  • Pengumuman hasil seleksi: 7 Agustus 2026.
  • Peserta mulai menjalani magang: 10 Agustus 2026.

Persyaratan Peserta

Program ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan pendidikan. Persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Lulusan Diploma III (D3), Diploma IV (D4), atau Sarjana (S1).
  • Masa kelulusan maksimal satu tahun sejak ijazah diterbitkan.
  • Berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar secara resmi.
  • Memiliki akun SIAPKerja sebagai syarat pendaftaran.

Cara Mendaftar

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform MagangHub Kemnaker dengan menggunakan akun SIAPKerja. Langkah-langkahnya meliputi:

  • Mengakses portal MagangHub Kemnaker.
  • Login menggunakan akun SIAPKerja.
  • Bagi yang belum memiliki akun, wajib melakukan registrasi terlebih dahulu.
  • Melengkapi data diri dan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
  • Memilih posisi magang yang tersedia dan mengirimkan lamaran.

Dokumen yang Harus Disiapkan

Calon peserta disarankan menyiapkan sejumlah dokumen penting, yaitu:

  • Ijazah.
  • Transkrip nilai.
  • Curriculum Vitae (CV).
  • Sertifikat pelatihan atau kompetensi (jika ada).
  • Piagam penghargaan atau dokumen pendukung lainnya.

Program untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan Baru

Program Magang Nasional diharapkan dapat menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan keterampilan teknis maupun nonteknis, serta memperluas jaringan profesional sebelum memasuki dunia kerja secara permanen.

Melalui keterlibatan perusahaan swasta, BUMN, instansi pemerintah, dan lembaga negara, peserta juga berkesempatan memahami budaya kerja profesional sehingga lebih siap menghadapi persaingan di pasar tenaga kerja.

Selain mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja muda, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka pengangguran terbuka, khususnya pada kelompok lulusan perguruan tinggi.