Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Pengadaan burung merpati untuk rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 menjadi perhatian publik setelah data pengadaan pemerintah menunjukkan nilai kontrak mencapai Rp305,25 juta.

Informasi tersebut tercantum dalam data pengadaan pemerintah yang dikutip dari laman INAPROC.

Paket tersebut memiliki nama “Pengadaan Burung Merpati Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026.”

Berdasarkan data yang beredar, pengadaan tersebut menggunakan metode e-purchasing dengan jenis pengadaan barang dan telah memasuki tahapan kontrak.

Nilai total pengadaan tercatat sebesar Rp305.250.000, dengan nilai Produk Dalam Negeri (PDN) yang juga tercatat Rp305.250.000.

Paket pengadaan tersebut tercatat berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara, dengan satuan kerja Istana Kepresidenan Jakarta.

Sumber transaksi yang tercantum adalah E-Katalog Versi 6.0 APBN, sementara penyedia yang tercantum dalam data adalah Indoglobal Multi Karya.

Informasi tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial karena muncul di tengah kebijakan pemerintah yang dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya efisiensi anggaran.

Bagian dari rangkaian perayaan HUT RI di Istana

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sendiri digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026.

Kementerian Sekretariat Negara sebelumnya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Rangkaian kegiatan tidak hanya mencakup upacara kenegaraan, tetapi juga berbagai pertunjukan seni dan kegiatan masyarakat.

Pemerintah menyebut lebih dari 8.100 peserta hadir dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana.

Selain upacara, pemerintah juga menyiapkan berbagai pertunjukan, termasuk musik, tarian, pertunjukan budaya, drone show, video mapping, hingga pesta rakyat.

Dalam pelaksanaan di Istana Merdeka, suasana perayaan juga diwarnai pertunjukan seni dari berbagai daerah.

Kementerian Sekretariat Negara mencatat adanya penampilan Gita Bahana Nusantara, tari kolosal, serta sejumlah penyanyi nasional.

Pertunjukan tersebut mengangkat keberagaman budaya Indonesia dan semangat persatuan.

Merpati disebut Menjadi Bagian dari Atraksi Perayaan

Dalam unggahan yang mengutip data INAPROC tersebut, pengadaan burung merpati dikaitkan dengan rangkaian acara HUT ke-81 RI di Istana Negara.

Burung-burung merpati disebut dilepaskan sebagai bagian dari atraksi setelah pelaksanaan tugas pengibaran Sang Merah Putih oleh Paskibraka.

Namun, informasi mengenai jumlah burung, rincian spesifikasi pengadaan, durasi penggunaan, hingga komponen biaya yang membentuk nilai kontrak Rp305,25 juta belum tercantum secara lengkap dalam materi yang beredar.

Karena itu, angka tersebut tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai harga pembelian burung semata tanpa melihat dokumen kontrak dan rincian paket pengadaannya secara utuh.

Paskibraka menjadi bagian utama upacara

Pada peringatan HUT ke-81 RI, sebanyak 76 anggota Paskibraka dari 38 provinsi dikukuhkan dan ditugaskan untuk menjalankan tugas di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.

Pengukuhan dilakukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Istana Negara pada 15 Agustus 2026.

Rangkaian upacara kemudian berlangsung pada 17 Agustus. Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka.

Pemerintah juga menggelar berbagai atraksi untuk memeriahkan momentum tersebut. Selain pertunjukan seni, kemeriahan peringatan turut diisi atraksi terjun payung yang melibatkan 17 penerjun Kopassus.

Para penerjun menampilkan sejumlah manuver dan membawa simbol angka 81 sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 RI.

Jadi sorotan di tengah isu efisiensi

Nilai pengadaan sebesar Rp305,25 juta kemudian menjadi perhatian karena publik mempertanyakan urgensi dan efisiensi penggunaan anggaran negara untuk kebutuhan pendukung perayaan kemerdekaan.

Meski demikian, nilai kontrak tidak otomatis berarti seluruh dana tersebut hanya digunakan untuk membeli burung merpati.

Untuk memastikan penggunaan anggaran secara akurat, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan secara lengkap, termasuk spesifikasi barang atau jasa, volume pekerjaan, harga satuan, serta ketentuan kontraknya.

Data yang dikutip dalam unggahan media sosial menunjukkan bahwa paket tersebut menggunakan e-purchasing dan mencatat nilai PDN sebesar Rp305,25 juta.

Karena itu, informasi mengenai pengadaan tersebut sebaiknya dibaca sebagai data administratif pengadaan yang masih perlu dilihat bersama dokumen pendukung lainnya.

Di sisi lain, pemerintah memang sejak awal merancang peringatan HUT ke-81 RI sebagai rangkaian kegiatan berskala nasional yang melibatkan banyak kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan demikian, polemik mengenai pengadaan burung merpati senilai Rp305,25 juta bukan hanya menyangkut nominal anggaran, tetapi juga menjadi bagian dari perhatian publik terhadap transparansi dan akuntabilitas belanja pemerintah dalam penyelenggaraan acara kenegaraan.