sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Mobil matik didorong masih kerap dianggap sebagai tindakan berbahaya yang dapat merusak sistem transmisi otomatis.

Anggapan tersebut banyak dipercaya masyarakat, terutama saat kendaraan mengalami mogok di jalan atau harus dipindahkan dari posisi parkir yang tidak memungkinkan.

Namun, anggapan bahwa mobil matik didorong bisa langsung merusak transmisi ternyata tidak sepenuhnya benar. Pemilik Iwan Motor Auto Clinic Solo, Iwan, menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan pemahaman yang keliru.

“Secara teori dan praktik di lapangan, tidak boleh mendorong mobil matik itu tidak berdasar atau keliru,” kata Iwan.

Mobil Matik Didorong Aman

Meski demikian, Iwan mengingatkan bahwa mobil matik didorong tetap harus dilakukan dengan metode yang tepat agar tidak menimbulkan risiko lain.

“Tapi melakukannya harus dengan cara yang benar. Caranya aktifkan shift lock untuk memindahkan tuas matik ke posisi N,” ujar Iwan.

Setelah tuas transmisi berada di posisi netral (N), mobil matik aman untuk didorong baik maju maupun mundur.

Iwan menjelaskan, saat mobil didorong, putaran roda hanya diteruskan ke satellite gear pada gardan dan tidak memengaruhi komponen lain di dalam transmisi otomatis.

“Putaran roda berhenti di bagian gardan, jadi tidak memutar komponen transmisi lainnya,” jelasnya.

Perbedaan Mobil Matik dan Manual Saat Mogok

Iwan juga meluruskan kesalahpahaman yang kerap muncul di masyarakat.

Banyak orang mengira mobil matik didorong dapat menyala kembali seperti mobil manual.

Perbedaan mobil manual dan mobil matik saat mogok:

1. Cara Menghidupkan Mesin

  • Mobil manual: Mesin masih bisa dihidupkan dengan cara didorong lalu memasukkan gigi.
  • Mobil matik: Mesin tidak bisa dihidupkan dengan cara didorong, meskipun kendaraan digerakkan.

2. Hubungan Putaran Roda dan Mesin

  • Mobil manual: Putaran roda terhubung langsung dengan mesin melalui sistem transmisi.
  • Mobil matik: Saat mesin mati, putaran roda tidak terhubung dengan mesin.

3. Fungsi Mendorong Kendaraan

  • Mobil manual: Didorong untuk membantu menghidupkan mesin ketika mogok.
  • Mobil matik: Didorong hanya untuk memindahkan posisi kendaraan, bukan menyalakan mesin.

4. Respons Saat Aki Tekor

  • Mobil manual: Masih berpeluang hidup kembali dengan didorong.
  • Mobil matik: Tidak bisa hidup jika aki tekor dan starter tidak berfungsi.

5. Asal Munculnya Mitos

  • Mobil manual: Pengalaman bisa hidup saat didorong menjadi acuan.
  • Mobil matik: Mitos “tidak boleh didorong” muncul karena disamakan dengan mobil manual.

6. Dampak pada Transmisi

  • Mobil manual: Aman didorong sesuai prosedur.
  • Mobil matik: Aman didorong untuk memindahkan kendaraan, asal bukan untuk menghidupkan mesin.

Tujuan Mobil Matik Didorong Bukan untuk Menyalakan Mesin

Eddy menegaskan bahwa mobil matik didorong bukan untuk menghidupkan mesin, melainkan hanya untuk memindahkan posisi kendaraan dalam kondisi darurat.

“Kalau mau didorong tidak ada masalah, atau mau ditarik pun aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, mitos larangan mendorong mobil matik muncul karena kebiasaan lama pengemudi yang mencoba cara yang sama seperti pada mobil manual.

“Kalimat itu datang karena dulu orang berpikir mobil matik seperti manual. Begitu mogok didorong bisa hidup kembali. Kalau mobil matik tidak bisa, harus pakai starter,” jelas Eddy.

Dengan demikian, mobil matik didorong pada dasarnya aman selama dilakukan sesuai prosedur, yakni memindahkan tuas ke posisi netral dan hanya untuk memindahkan kendaraan, bukan untuk menyalakan mesin.