Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan meminta pengelola mal dan gedung perkantoran melepas pagar-pagar tinggi yang belakangan dipasang di sejumlah lokasi.

Menurutnya, langkah tersebut tidak perlu dilakukan karena kondisi keamanan di Ibu Kota tetap kondusif.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat ditemui di kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).

Ia menilai pemasangan pagar kemungkinan didorong oleh kekhawatiran sebagian pengelola terhadap situasi keamanan. Namun, ia meyakini rasa khawatir tersebut tidak perlu berlebihan.

“Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri, terus menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Ia optimistis Jakarta akan tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Menurutnya, kekhawatiran yang berlebihan justru dapat memunculkan persepsi negatif terhadap situasi keamanan di Ibu Kota.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak tetap tenang dan percaya terhadap upaya pengamanan yang dilakukan pemerintah bersama aparat penegak hukum.

APPBI: Pagar Bukan karena Ancaman Kerusuhan

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan bukan dilakukan karena adanya ancaman kerusuhan.

Ia mengatakan tujuan utama pemasangan pagar adalah untuk mengatur arus keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib serta meningkatkan aspek keselamatan lalu lintas di sekitar kawasan mal.

Selain itu, pagar juga berfungsi sebagai batas pengamanan (perimeter security), terutama bagi pusat perbelanjaan yang berada di dekat lokasi yang kerap menjadi titik aksi unjuk rasa.

Alphonzus menambahkan penggunaan pagar bukan merupakan hal baru karena sejumlah pusat perbelanjaan telah menerapkannya sejak awal beroperasi.

Ia menegaskan langkah tersebut lebih berkaitan dengan manajemen akses dan keamanan kawasan, bukan sebagai antisipasi terhadap potensi kerusuhan.

Pemprov DKI Utamakan Rasa Aman Tanpa Kekhawatiran Berlebihan

Pemprov DKI Jakarta berharap pengelola gedung dan pusat perbelanjaan dapat tetap menjaga keamanan tanpa menciptakan kesan bahwa Jakarta berada dalam situasi yang tidak kondusif.

Pemerintah daerah juga memastikan koordinasi dengan aparat keamanan akan terus diperkuat untuk menjaga ketertiban serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan demikian, Pemprov berharap aktivitas ekonomi, pariwisata, dan mobilitas warga di Jakarta dapat terus berlangsung normal tanpa dibayangi kekhawatiran yang berlebihan.