sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Viral di media sosial, seorang pengunjung mengeluhkan dugaan pungutan liar (pungli) parkir di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan.

Pengunjung tersebut mengaku sudah membayar tiket parkir resmi per jam saat masuk, namum masih dimintai biaya tambahan oleh oknum di dalam area.

Dalam keterangannya, pengunjung menyebut kejadian itu membuatnya merasa dirugikan dan tidak nyaman.

“Percuma kita udah bayar tiket masuk per jam, tapi di dalam harus bayar lagi,” tulisnya.

Kronologi Pungli Parkir di Blok M Square Viral

Dalam rekaman video yang beredar terlihat oleh haijakarta.id pada Rabu, (1/4/2026) menampilkan seorang juru parkir yang mengenakan kaos putih dan topi putih sedang merapihkan motor di lokasi. Kemudian, perekam video menegur dan mempertanyakan pungutan tersebut.

“Pak saya sudah bayar ya 5 ribu, iini katanya kalo parkir disini ga bayar. Kalo sebelah sini bayar nih bapaknya nih,” ucap perekam dalam video.

“Bukan masalah uangnya pak, tapo kejujurannya pak. Ya, ini di blok M Square nih bapaknya,” imbuhnya.

Pengunjung menilai praktik seperti ini meresahkan, apalagi bagi mereka yang datang dengan tujuan berbelanja atau sekadar berkunjung, namun justru mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola terkait dugaan pungli tersebut. Kasus ini pun memicu perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Reaksi Warganet

Reaksi warganet pun bermunculan dan memperkuat keluhan serupa. Sebagian mengaku enggan kembali parkir di lokasi tersebut, sementara yang lain menyebut praktik seperti ini sudah berlangsung lama.

“Bikin males ke blok M,” tulis akun @Baro***

“Dari dulu ga pernah parkir disitu parkir diatas blokm square aja aman ga panas” tulis @fariza***

“Dh dr kpn tau msh begitu jg, beneran parah dh” tulis @WING***

Komentar tersebut menunjukkan bahwa dugaan pungli parkir bukan hanya dialami satu orang, tetapi juga dirasakan oleh pengunjung lain sebelumnya.