Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Sejumlah relawan yang bertugas di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga terinfeksi hepatitis setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Temuan tersebut diperoleh dari hasil skrining yang dilakukan oleh puskesmas di Kecamatan Bolo dan Kecamatan Soromandi sebagai bagian dari pengawasan kesehatan para pekerja dapur MBG.

Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, membenarkan adanya hasil skrining yang menunjukkan sejumlah relawan reaktif hepatitis.

Namun, ia belum merinci dapur MBG mana saja yang terdampak maupun jumlah pasti pekerja yang terindikasi karena proses verifikasi masih berlangsung.

“Hasilnya memang ditemukan di beberapa dapur, tetapi kami masih melakukan konfirmasi terkait lokasi dan jumlah pekerja yang reaktif,” ujar Nurjanah, seperti dikutip dari detikBali.

Dinkes Rekomendasikan Penggantian Relawan

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kepala Puskesmas Soromandi, Nasaruddin, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada mitra atau pengelola dapur MBG agar segera mengganti relawan yang dinyatakan positif atau reaktif hepatitis.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan untuk menjaga keamanan pangan serta melindungi kesehatan para penerima manfaat program MBG.

Selain penggantian relawan, petugas kesehatan juga mendorong pemeriksaan lanjutan bagi pekerja yang hasil skriningnya menunjukkan reaktif, sehingga dapat dipastikan jenis hepatitis yang diderita serta memperoleh penanganan medis yang sesuai.

Skrining Kesehatan Jadi Bagian Pengawasan MBG

Pemeriksaan kesehatan terhadap relawan dapur MBG merupakan salah satu upaya memastikan seluruh proses pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Para pekerja yang terlibat dalam pengolahan makanan diharapkan berada dalam kondisi sehat agar tidak menimbulkan risiko penularan penyakit kepada penerima manfaat.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya juga menegaskan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), termasuk aspek sanitasi, higiene, dan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh personel dapur MBG.

Dalam beberapa bulan terakhir, BGN bahkan meningkatkan pengawasan terhadap dapur-dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi standar operasional.

Menunggu Hasil Pemeriksaan Lanjutan

Hingga saat ini, otoritas kesehatan di Kabupaten Bima masih melakukan pendataan dan pemeriksaan lanjutan terhadap para relawan yang hasil skriningnya menunjukkan reaktif hepatitis.

Belum ada keterangan resmi mengenai jenis hepatitis yang ditemukan maupun apakah terdapat penularan yang berkaitan dengan aktivitas di dapur MBG.

Pemerintah daerah bersama pengelola dapur MBG diharapkan segera menindaklanjuti rekomendasi tenaga kesehatan agar operasional program tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.