Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Persis Solo didenda oleh operator Liga 1 Indonesia usai insiden penyalaan flare saat pertandingan melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo.

Sanksi denda sebesar Rp250 juta dijatuhkan menyusul pelanggaran yang terjadi pada laga Liga 1 Indonesia musim 2025/2026, Minggu (4/1/2026) malam.

Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, membenarkan bahwa manajemen klub telah menerima keputusan sanksi tersebut.

Menurutnya, hukuman yang dijatuhkan hanya berupa denda tanpa disertai sanksi tambahan lainnya.

“Kami sudah menerima keputusan resmi dari operator liga. Sanksi yang diberikan berupa denda senilai Rp250 juta dan tidak ada hukuman tambahan,” kata Ginda, Rabu (21/1/2026).

Persis Solo Didenda Tanpa Sanksi Tambahan

Ginda menjelaskan Persis Solo didenda tanpa sanksi lanjutan karena pertandingan tetap berjalan kondusif hingga akhir laga.

Ia menyebut tidak terjadi kericuhan atau gangguan keamanan setelah pertandingan selesai.

“Pertandingan tetap berlangsung dengan aman dan tidak ada kerusuhan setelah laga. Itu yang membuat kami tidak dikenai sanksi tambahan,” ujarnya.

Meski demikian, Ginda mengakui nominal denda tersebut menjadi beban tersendiri bagi klub, terutama di tengah kebutuhan pembenahan tim.

“Nilai Rp250 juta tentu bukan jumlah kecil. Ini menjadi beban tambahan, apalagi kami masih membutuhkan perombakan dan pembenahan skuad,” katanya.

Manajemen Persis Solo memastikan denda tersebut telah dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, insiden flare ini disebut menjadi bahan evaluasi besar bagi seluruh elemen klub.

Evaluasi Suporter

Ginda menegaskan kejadian ini menjadi momentum bagi Persis untuk memperbaiki komunikasi dengan kelompok suporter. Ia menyampaikan bahwa manajemen tidak melarang suporter menyampaikan aspirasi maupun kritik, selama dilakukan sesuai dengan aturan.

“Kami tetap membuka ruang bagi suporter untuk menyampaikan kritik atau melakukan aksi, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Persis Solo saat ini masih berada dalam pengawasan ketat operator liga.

Jika insiden serupa kembali terjadi, sanksi yang dijatuhkan berpotensi lebih berat.

“Ke depan kami masih dalam pengawasan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang karena dampaknya bisa lebih besar. Kami sangat membutuhkan dukungan suporter yang bersinergi demi kebaikan tim,” tegas Ginda.

Untuk laga-laga selanjutnya, manajemen Persis Solo memastikan pengamanan di Stadion Manahan akan diperketat.

Langkah ini dilakukan melalui peningkatan sosialisasi dan pengawasan berlapis bersama panitia pelaksana dan aparat keamanan.

Saat ini, pihak manajemen masih menelusuri bagaimana flare tersebut bisa masuk ke dalam stadion.

“Salah satu dugaan sementara, flare diselundupkan dengan berbagai cara, misalnya melalui makanan atau dibawa oleh penonton tertentu. Hal ini masih terus kami evaluasi,” katanya.

Ginda mengakui pemeriksaan penonton memiliki tantangan tersendiri.

Menurutnya, pemeriksaan yang terlalu detail dapat menghambat arus masuk penonton ke stadion.

“Kami harus menemukan titik tengah antara menjaga keamanan stadion dan tetap memberikan kenyamanan bagi penonton,” pungkasnya.