Sinkhole di Tengah Sawah Sumatera Barat Jadi Wisata Pengobatan, Begini Resiko Menurut Para Ahli!
HAIJAKARTA.ID – Fenomena sinkhole di tengah sawah Sumatera Barat jadi wisata pengobatan menarik perhatian warga.
Tanah berlubang yang muncul di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, kini justru ramai dikunjungi masyarakat setiap hari.
Sinkhole di Tengah Sawah Sumatera Barat
Sejak kemunculannya, sinkhole tersebut berubah fungsi menjadi objek wisata dadakan.
Warga tidak hanya datang untuk melihat langsung fenomena alam itu, tetapi juga mengabadikan momen menggunakan kamera ponsel.
Bahkan, sebagian pengunjung terlihat mengambil air dari dalam lubang yang terus mengeluarkan air.
Seorang warga setempat mengatakan, banyak pengunjung percaya air dari sinkhole memiliki khasiat untuk kesehatan.
“Ada yang meyakini airnya bisa memberi manfaat bagi tubuh, sehingga mereka membawa pulang air dari lubang itu,” ujarnya.
Namun, klaim tersebut hingga kini belum dapat dibuktikan secara medis maupun ilmiah.
Aktivitas Petani Terganggu
Ramainya kunjungan warga ke lokasi sinkhole di tengah sawah Sumatera Barat jadi wisata pengobatan turut berdampak pada aktivitas pertanian.
Sejumlah petani mengaku terganggu karena area persawahan yang biasanya sepi kini dipadati pengunjung.
Perangkat nagari bersama aparat terkait pun melakukan pengawasan di sekitar lokasi.
Langkah ini diambil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kondisi tanah di sekitar sinkhole dinilai masih labil dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Kami tetap melakukan pemantauan agar masyarakat tidak terlalu dekat dengan lubang, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” kata salah seorang perangkat nagari.
Ahli Geologi Ingatkan Risiko
Tm ahli dari Badan Geologi Bandung yang diterjunkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan peringatan keras kepada sejumlah warga yang nekat mengambil air dari dalam lubang tersebut.
Salah satu anggota tim, Taufik Wirabuana, menyayangkan tindakan warga yang terpengaruh informasi tidak jelas yang beredar di media sosial terkait dugaan khasiat air sinkhole.
“Jangan terpengaruh isu-isu yang tidak berdasar. Misalnya disebut bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya,” kata Taufik dalam keterangannya, Jumat (9/1).
Taufik menjelaskan, fokus tim saat ini adalah melakukan pemeriksaan cepat terhadap kondisi tanah dan kandungan air guna memastikan fenomena yang sebenarnya terjadi di kawasan Pombatan, Situjuah Batua.
Menurut Taufik, tim akan melakukan pengambilan data secara intensif dalam beberapa hari ke depan untuk menilai tingkat keamanan lokasi, baik bagi permukiman maupun lahan pertanian warga.
“Rencananya Sabtu sampai Minggu. Saat ini kami masih fokus kajian cepat untuk menjawab fenomena apa yang terjadi. Kondisi tanahnya seperti apa, airnya seperti apa, karena sinkhole di sini tentu berbeda dengan di wilayah lain,” pungkasnya.
Awal Mula Kemunculan Sinkhole
Diketahui, fenomena alam sinkhole atau tanah berlubang tersebut muncul secara tiba-tiba pada Minggu, 4 Januari 2026.
Lokasinya berada di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota.
Sebelum lubang terlihat, warga sekitar sempat mendengar suara gemuruh dari arah sawah.
Tak lama kemudian, mereka mendapati sebuah lubang cukup dalam yang terus membesar dan mengeluarkan air dari dalam tanah.
Hingga kini, pihak terkait masih mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai klaim pengobatan dari air sinkhole tanpa dasar ilmiah serta tetap mengutamakan keselamatan saat berada di sekitar lokasi.
